Antrean di Sejumlah SPBU Kian Mengular, Polisi Kerahkan Tiga Satker

antre
ANTRE BBM -Sejak beberapa hari terakhir, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai langka di Bali, sehingga terjadi antrean truk dan bus. (DenPost.id/ist)

Mangupura, DenPost

Sejak beberapa hari terakhir ini, bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai langka di Bali. Akibatnya, terjadi penumpukan kendaraan roda empat dan truk di sejumlah SPBU seperti yang terjadi di SPBU di wilayah Badung, Denpasar, dan Gianyar.

Akibat kemacetan yang mengular timbullah kekroditan arus lintas di sejumlah SPBU jalur utama misalnya di Jalan Raya Kapal, Mengwi, Badung dan Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Menurut seorang warga, Senin (5/12) kemarin, sejak dua hari ini memang terjadi kelangkaan solar. Truk-truk yang mengantre untuk mengisi BBM di SPBU hingga mengular ke jalan raya. Bahkan ada perusahaan yang secara khusus menugaskan satpamnya berjaga di depan kantor agar truk-truki tidak menghalangi jalan keluar-masuk kantor.

Pantauan DenPost, sejumlah SPBU di Badung maupun Denpasar kelabakan melayani warga yang membutuhkan BBM. Setelah solar, sejak sehari kemarin, giliran BBM jenis pertalite yang ikut langka. Akibatnya banyak sepeda motor yang ikut-ikutan antre sehingga situasi di sekitar SBBU kian krodit.

Menurut informasi, antrean panjang ini terjadi karena distribusi solar dan pertalite kini dibatasi oleh Pertamina. Begitu solar atau pertalite datang, kendaraan kian banyak mengantre untuk mendapatkan BBM. Untuk di Badung, terlihat beberapa SPBU krodit seperti SPBU Kapal, SPBU Lukluk, dan SPBU di Jimbaran dan Kutsel.

Baca juga :  Satu PDP di Klungkung Mengarah Positif

Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Setda Badung Made Adi Adnyana didampingi Kasubag SDM Energi dan Air Putu Puspita saat dimintai konfirmasi tidak menampik kondisi tersebut. Pihaknya mengaku saat ini memang terjadi kemacetan di beberapa SPBU. “Beberapa SPBU krodit, bahkan beberapa kendaraan sempat mengantre. Namun hingga sore mulai normal,” tegasnya

Adi Adnyana menambahkan setelah mendapat informasi tersebut, petugas segera ke lapangan untuk mengecak ke beberapa SPBU. Sedangkan pihak SPBU menyebutkan bahwa semua itu ada pembatasan. Namun pihaknya belum mendapat informasi pasti terkait pembatasan yang dimaksud. “Katanya ada pembatasan. Pembatasan ini yang belum kami pastikan, apakah pembatasan penggunaan, pengiriman atau bagaimana?” ungkapnya.

Baca juga :  Krisis Air Bersih di Dawan Meluas

Pihaknya mengaku masih berkoordinasi dengan Pertamina mengenai masalah tersebut. Namun sampai saat ini belum mendapat tanggapan. “Nanti saya informasikan lebih lanjut, untuk sementara ini karena ada pembatasan saja. Ketika sudah ada solar atau pertalite yang bersubsidi, maka kendaraan mengisi BBM sehingga terjadilah penumpukan kendaraan,” tandas Adi Adnyana.

Di bagian lain, Pjs.Area Manager Commrel dan CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Cholishon Liwajhillah, mengungkapkan antrean solar di beberapa SPBU di Bali tersebut dikarenakan kuota solar sudah habis. Hal itu karena ada aturan pembatasan kuota solar dari regulator . ‘’Pertamina menyalurkan solar subsidi sudah sesuai dengan aturan kuota yang ditetapkan oleh regulator (dalam hal ini BPH Migas). Peruntukan solar subsidi berdasarkan Peraturan Presiden  No.191 Tahun 2014  menetapkan bahwa konsumen yang berhak menggunakan solar subsidi,’’ tegasnya.

Cholishon menambahkan Pertamina terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan kepolisian serta SPBU agar pelayanan BBM ke masyarakat tetap normal serta melakukan tindakan yang diperlukan untuk memaksimalkan penyaluran ke konsumen lebih selektif dengan melakukan upaya  pengalihan kuota antarkota/kabupaten. Pertamina juga melakukan normalisasi suplai ke SPBU-SPBU sambil paralel menunggu arahan lebih lanjut dari BPH Migas terkait penambahan kuota.

Baca juga :  DITEMUKAN TAKJIL MENGANDUNG BORAKS DI JEMBRANA

Menyikapi masalah kelangkaan BBM ini , Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes mengaku telah melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan menurunkan tiga satuan kerja (Satker), terutama untuk memecahkan kemacetan di sejumlah SPBU. “Benar, saya tadi berada di lapangan untuk mengecek dan memastikan memang terjadi antrean, sehingga lalu lintas mulai dari Mengwi hingga Abianbase, Kapal, ada antrean cukup panjang,” bebernya.

Selain polantas, pihaknya juga melibatkan satuan sabhara dan intelijen untuk melakukan pengaturan. “Terutama di pertigaan atau perempatan, kami turunkan personel di lokasi-lokasi kemacetan tersebut dan kami terus berkoordinasi dengan satuan atas,” imbuhnya.

Leo mengaku berupaya secara maksimal untuk mengatur arus lalu lintas di jalur utama agar tidak menimbulkan kemacetan panjang. “Jika kemacetan semakin parah, maka akan dilaksanakan rekayasa arus lalu lintas,” tandasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini