Beraksi di Bali, Komplotan Pengedar Upal Dibekuk

upalku
PENGEDAR UPAL - Tersangka pengedar upal diperlihatkan saat jumpa pers di Mapolres Badung, Senin (5/12/2022). (DenPost.id/wiadnyana)

Mangupura, DenPost.id

Komplotan pengedar uang palsu (upal) lintas pulau dibekuk polisi. Dari tangan enam tersangka masing-masing M. Alek Wibowo alias Alek (29), Yohanes Kurniawan P alias Jo (37), Erma M (51), Eko Triwaluyo alias Erik (41), Mujiono (49) dan Ferdian Efefendi (59), diamankan upal pecahan Rp100 ribu sebanyak 480 lembar atau senilai sekitar Rp48 juta.

Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes didampingi Kasat Reskrim AKP Putu Ika Prabawa, Senin (5/12/2022), mengungkap terungkapnya kasus peredaran uang palsu tersebut berawal dari laporan seorang pemilik warung di wilayah Mengwitani, Mengwi, Badung, pada 24 November 2022. “Pedagang tersebut mendapat bayaran uang palsu oleh pembeli bernama Eko Triwaluyo. Dia lantas menolak menerima uang itu. Karena takut, Eko akhirnya melarikan diri. Pedagang itu kemudian melapor ke Polres Badung,” tegasnya.

Baca juga :  Direktur PDAM Bangli Dinyatakan Positif Covid-19

Aparat Opsnal Satreskrim Polres Badung lantas memeriksa hasil rekaman CCTV dan saksi-saksi di sekitar warung. Tersangka Eko Triwalyo yang asal Malang, Jatim, itu akhirnya diketahui kos di Banjar Gadon, Beringkit, Mengwi. “Tersangka dikejar dan ditangkap pada 25 November 2022 di tempat kosnya,” ungkap Leo.

Setelah diinterogasi, tersangka Eko mengaku mendapat upal dari dua tersangka lain yakni Alek dan Jo. Tersangka Eko mengaku membeli 142 lembar upal dari kedua tersangka di wilayah Denpasar. “Tersangka membeli setengah harga. Misalnya satu lembar upal pecahan Rp100 ribu dibeli Rp50 ribu,” imbuh Leo.

Baca juga :  Polsek Gianyar Jaga Ketat Ibadah Umat Nasrani

Dari pengakuan tersangka, kemudian dua tersangka lain berhasil ditangkap beberapa jam kemudian. Tersangka Alek dibekuk di tempat kosnya di wilayah Kutuh, Kuta Selatan, sedangkan Jo di tangkap di wilayah Panjer, Denpasar Selatan. Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku mendapatkan upal dari pasangan suami-istri, Ferdian Effendi dan Erma M, di Gresik, Jatim.

Tersangka Ferdian dan Erma lantas diburu ke Gresik. Mereka ditangkap pada 1 Desember 2022. “Keduanya dibawa ke Polres Badung. Kami masih memburu pelaku utamanya (pencetak upal) dan bagaimana modus mereka membuat upal? Para tersangka mengaku baru beberapa mengedarkan upal di sejumlah wilayah di Bali. Modusnya membelanjakan di pasar tradisional, toko kelontong, dan pedagang kaki lima,” tandas Leo. (yan)

Baca juga :  Pararem Mampu Tekan Peredaran Narkoba di Badung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini