Proyek Senderan di Jineng Agung Dipertanyakan Warga

picsart 22 12 06 18 54 29 609
PROYEK SENDERAN - Proyek pembangunan senderan pantai di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk.

Negara, DENPOST.id

Proyek senderan pengaman pantai di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, masih dalam proses pengerjaan.
Namun, proyek senderan pantai tersebut tidak mencakup tiga rumah warga, sehingga pembangunan senderan pantai terkesan terputus.

Warga Jineng Agung, mempertanyakan pembangunan senderan yang tidak mencakup tiga rumah warga di sisi barat tersebut. Posisi senderan sekitar 50 hingga 60 meter ini, tidak menyambung dengan senderan yang sudah terbangun di areal gardu kabel bawah laut Jawa-Bali PLN. Kondisi ini membuat warga yang tinggal berdekatan dengan gardu was-was.

Sementara di sepanjang permukiman Pantai Jineng Agung tersebut, semuanya sudah selesai pembangunan sekitar lebih satu kilometer sampai di setra dan kuburan di Gilimanuk.

Dari informasi, Selasa (6/12/2022), di titik yang belum dibangun itu sebenarnya tercakup untuk pemasangan senderan dari batu amor itu. Namun menjelang akhir pengerjaan Desember ini, tidak juga kunjung dibangun. Dikhawatirkan bila tidak diteruskan, air tetap masuk ke rumah warga saat air laut pasang, khususnya tiga rumah warga yang berada di ujung tersebut.

Baca juga :  Sosialisasikan Prokes, Polres Jembrana Sasar Pasar dan Pertokoan

Kepala Lingkungan Jineng Agung, Gede Yasa dikonfirmasi membenarkan adanya pertanyaan warga terkait pembangunan yang belum tersambung itu. Menurut dia, di awal sosialisasi panjang senderan menyambung atau mencakup tiga rumah itu. Tetapi dari informasi, karena di sekitar lokasi dekat gardu itu ada saluran kabel bawah laut, tidak dilanjutkan. Pihaknya juga sudah berkoordinasi ke pelaksana, namun informasinya justru dialihkan ke Pantai Candikusuma yang merupakan satu paket pengerjaan.

Baca juga :  Bangkai Paus Terdampar di Batu Belig Akhirnya Dikubur

Warga menurut dia, meminta solusi untuk pelindung ombak ini agar bisa mencakup seluruh pantai. Terlebih mereka berada di dekat gardu kabel bawah laut PLN. Tiga rumah warga yang berada dekat gardu kabel bawah laut itu, di antaranya I Nyoman Degeng, I Komang Arnaya, dan Ni Wayan Murtini.

Kepala Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Jembrana, I Gede Sugianta dikonfirmasi mengatakan dari koordinasi ada sekitar 50 meter yang tidak dapat di-cover lantaran ada saluran kabel listrik Jawa-Bali. Sebenarnya dari balai juga sudah bersurat sejak awal, namun baru dibahas belum lama ini, dan disimpulkan belum ada ijin dibangun. Mengingat, adanya jaringan kabel tersebut. Dari koordinasi, sisa anggaran 50 meter itu, dipindahkan untuk di Candikusuma. Menurut dia, kalau kabel kena, dikhawatirkan berdampak pada kelistrikan Bali. (120)

Baca juga :  Balai Bahasa Provinsi Bali Lakukan Pendampingan Bahasa Indonesia di Ruang Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini