Hanura Pertanyakan Alasan KPU Pangkas Jatah Kursi Anggota DPRD di Banjarangkan

picsart 22 12 06 18 56 28 778
Ketua DPC Partai Hanura Klungkung, Wayan Buda Parwata.

Semarapura, DENPOST.id

Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klungkung kini tengah merancang pergeseran alokasi kursi anggota DPRD. Dalam rancangan itu, ternyata jatah kursi anggota DPRD Klungkung di Kecamatan Banjarangkan, dipangkas satu kursi.

Sementara Kecamatan Nusa Penida, justru bertambah satu kursi dari delapan kursi menjadi sembilan kursi anggota DPRD.

Devisi Teknis dan Penyelenggaraan KPU Klungkung, I Gede Suka Astreawan ketika dikonfirmasi mengatakan kalau pergeseran alokasi kursi anggota DPRD mengacu pada Data Agregat Kependudukan (DAK). Namun, jika dibandingkan dengan pemilu periode sebelumnya (tahun 2018), jumlah kursi anggota DPRD Klungkung untuk pemilu 2024, masih sama, yakni sebanyak 30 kursi.

“Jumlah alokasi kursi di Klungkung ini sama, yaitu 30 kursi. Hanya saja karena di sejumlah dapil terjadi perubahan jumlah penduduk, maka ada pergeseran di dua dapil (Banjarangkan dan Nusa Penida-red),” ungkap Gde Astreawan.

Baca juga :  Tabrak Pembatas Jalan, Seorang Pengendara Tewas

Menurut Gde Astreawan, untuk dapil Banjarangkan pada pemilu 2018, dengan jumlah penduduk 47.282 jiwa dijatah dengan tujuh kursi anggota dewan. Namun untuk pemilu 2024, data jumlah penduduk di Banjarangkan menurun menjadi 46.456 jiwa, ehingga alokasi kursi anggota dewan untuk dapil Banjarangkan dikurangi menjadi enam kursi saja.

Kondisi sebaliknya justru terjadi di dapil Kecamatan Nusa Penida. Pada Pemilu 2018, jumlah penduduknya mencapai 60.547 jiwa, dengan alokasi kursi anggota dewan sebanyak delapan kursi. Sedangkan pada Pemilu 2024, jumlah penduduk di dapil Nusa Penida bertambah menjadi 62.481 jiwa, sehingga alokasi jumlah kursinya dirancang bertambah menjadi sembilan kursi.

Baca juga :  Kasus Dugaan Korupsi Masker, Seluruh Camat Dimintai Keterangan

Sedangkan untuk dapil Kecamatan Klungkung dengan jumlah penduduk 65.585 tetap dijatah sembilan kursi. Demikian juga dengan dapil Kecamatan Dawan. Dengan jumlah penduduk 42.493, dapil Dawan tetap dengan alokasi enam kursi di DPRD Klungkung.

“Atas rancangan pergeseran alokasi kursi anggota dewan ini, memang sudah banyak partai politik (parpol) peserta pemilu yang menghubungi kami untuk mempertanyakan kenapa bisa ada pergeseran tersebut,” ungkap Gde Astreawan.

Yang jelas, komisioner KPU asal Desa Bungbungan, Banjarangkan ini mengatakan kalau rancangan pergeseran alokasi kursi ini tentunya belumlah final. Untuk itu, pada Jumat (9/12/2022), KPU Klungkung berencana untuk menggelar uji publik atas rancangan tersebut, yakni dengan melibatkan masyarakat hingga LSM.

Baca juga :  Vaksin Ngabuburit Diminati Warga Kutsel

Sementara Ketua DPC Partai Hanura Klungkung, Wayan Buda Parwata justru mempertanyakan alasan KPU memangkas jatah kursi anggota DPRD di dapil Banjarangkan. Menurut Buda Parwata yang kini menjadi Anggota DPRD Klungkung dari dapil Banjarangkan, KPU harus memberikan alasan yang jelas terkait berkurangnya jatah kursi di dapil Banjarangkan.

“Kita lihat dl uji publik seperti apa, khususnya terkait berkurangnya kursi di dapil Banjarangkan dari awal 7 menjadi 6 kursi,” ujarnya.

Namun jika hal itu sudah menjadi keputusan mutlak dari KPU, Buda Parwata mengaku tidak mempermasalahkannya. Asalkan KPU selaku penyelenggara memberikan alasan utama terkait kursi dapil Banjarangkan bisa berkurang. Termasuk dari awal melakukan sosialisasi kepada seluruh partai dan masyarakat, khususnya di Kecamatan Banjarangkan. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini