BPJS Ketenagakerjaan Jamin Perlindungan Sosial 36 Juta Pekerja 

20221207 142100

Denpasar, DENPOST.id

Kesejahteraan dan perlindungan sosial sangat dibutuhkan oleh para pekerja dan pelaku usaha mikro serta UMKM. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo.

Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan saat ini memberikan jaminan dan perlindungan sosial terhadap 36 juta pekerja di seluruh Indonesia. “Tahun ini jumlahnya meningkat 6 juta dari sebelumnya. Angka peningkatan ini merupakan rekor tertinggi selama BPJS Ketenagakerjaan berdiri, dan target sampai dengan tahun 2026 adalah 70 juta tenaga kerja,” ungkapnya, usai merayakan HUT 45 Tahun BPJS Ketenagakerjaan, beberapa waktu lalu.

Menurut Anggoro, untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja, pihaknya menjalin kemitraan dengan stakeholders terdekat seperti kementerian, pengusaha hingga serikat pekerja atau buruh. “Di usia 45 tahun, kami berikrar untuk terus memperluas cakupan perlindungan program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk seluruh pekerja, terutama saat ini untuk pekerja informal atau pekerja bukan penerima upah, dan juga kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, sehingga peserta akan semakin merasakan manfaat hadirnya BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Anggoro mengaku, BPJS Ketenagakerjaan saat ini adalah mengoptimalkan strategi ekstensifikasi, intensifikasi dan retensi. Memanfaatkan peluang kerja sama dengan Kementerian atau lembaga dan Pemerintah Daerah, business to business, serta utilisasi engine PERISAI, dan dikarenakan target peserta adalah BPU, kampanye Kerja Keras Bebas Cemas akan digunakan untuk melindungi sebanyak-banyaknya pekerja.

Baca juga :  Sekda Alit Wiradana Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak

Lebih lanjut Anggoro mengatakan, kinerja pengelolaan dana yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan, hasilnya sangat memuaskan. Hingga saat ini pengelolaan dana sudah di atas target yaitu mencapai Rp 616 triliun dengan penambahan pertumbuhan 14,8% YOY. Hasil kinerja investasi juga mengalami pertumbuhan 15,7% YOY dengan realisasi Rp33,2 triliun. Sebagai engine penguatan strategi investasi untuk mencapai target kelolaan dana sebesar Rp1.001 triliun di tahun 2026. “BPJS Ketenagakerjaan akan segera mengimplementasikan terobosan baru dalam pengelolaan dana pada portofolio investasi langsung, salah satunya melalui inisiasi pembentukan Investment Holding Company,” tegasnya.

Baca juga :  PDP di Sanglah Didominasi WNI

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bali Denpasar Opik Taufik menambahkan, pihaknya terus meningkatkan pelayanan dan kompetensi dan kualitas diri. “Seluruh karyawan di wilayah Cabang Bali Denpasar kami pastikan sudah melakukan adaptasi terhadap perubahan zaman. Semua itu untuk mewujudkan iklim kerja solutif yang diharapkan dapat berkontribusi positif bagi pekerja di Bali dan Indonesia pada umumnya,” pungkasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini