Anggaran Terbatas, Belum Semua Objek Wisata di Klungkung Dipasangi CCTV

20221207 161604

Semarapura, DENPOST.id

Hingga tahun 2022, Dinas Kominfo Klungkung telah memasang 31 CCTV di berbagai tempat. Termasuk di objek wisata. Hanya saja belum semua objek wisata di Klungkung, utamanya di wilayah Nusa Penida dipasangi CCTV dengan alasan keterbatasan anggaran dan belum adanya jaringan. Kondisi inipun tidak ditampik Kadis Kominfo Klungkung, I Wayan Parna, Rabu (7/12)

Menurut Wayan Parna, hingga saat ini baru ada delapan objek wisata di wilayah Nusa Penida yang sudah dipasangi CCTV. Yakni di sekitar pantai Broken Beach, Angel Bilabong, pantai Klingking, Diamond Beach, pantai Atuh, pantai Penida serta dua lagi di Lembongan yakni objek wisata Devil Tears dan Mangrove. Sedangkan tiga CCTV lagi dipasang di Klungkung daratan.

Baca juga :  Diterjang Air Bah di Sungai Unda, Mobil Off Road Terjebak

“Untuk di Klungkung daratan, CCTV dipasang di wantilan pantai Watu Klotok, rest area Goa Lawah dan perbatasan Klungkung dan Gianyar,” ungkap Parna.

Selain di objek wisata, Parna mengatakan hingga saat ini ada 11 CCTV juga dipasang di lapangan Puputan Klungkung. Termasuk 12 CCTV dipasang di Jalan Raya. Iapun mengakui tahun 2023 ini belum bisa menambah pemasangan CCTV karena keterbatasan anggaran dan belum adanya jaringan. Apalagi untuk pemasangan CCTV di Jalan Raya saja membutuhkan dana mencapai Rp 33 Juta per unit.

Baca juga :  Lepas Atlet Porprov, Suwirta Ingatkan Jaga Nama Baik Klungkung

“Tahun 2023 kita hanya menganggarkan biaya pemeliharaan saja. Dana yang dipasang juga kecil yakni 20 juta pertahun,” ungkapnya.

Yang jelas, pejabat asal Sidayu, Desa Takmung ini mengatakan kalau keberadaan CCTV di sejumlah tempat fasilitas umum dan objek wisata disambut positif oleh warga. Pasalnya, keberadaan CCTV tersebut tidak hanya membantu petugas kepolisian dalam mengungkap kasus kejahatan, namun juga membantu warga untuk mencari barang maupun hewan peliharaan yang hilang.

“Sebenarnya kami tidak boleh memberikan rekaman CCTV kepada warga. Karena kalau memang ada kehilangan maka kami suruh lapor dulu ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Baca juga :  Atap GOR Nusa Penida Bocor, Anggaran Pemeliharaan Belum Ada

Namun diakui Wayan Parna, ada beberapa warga yang datang ke Kantor Dinas Kominfo untuk meminta rekaman CCTV terkait kejadian yang dialaminya. Misalkan kehilangan helm di suatu tempat. Termasuk juga kehilangan anjing peliharaan di jalan. Tapi saat itu pihaknya hanya memperlihatkan rekaman CCTV saja kepada warga yang membutuhkan bantuan.

“Kalau ada warga yang minta bantuan, kami hanya perlihatkan rekaman CCTV saja. Karena kami juga tak ingin dilibatkan nanti sebagai saksi jika mengarah ke ranah hukum,” katanya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini