10 Desa Dapat Program Infrastruktur Dasar Permukiman

picsart 22 12 08 18 56 56 921
BANTUAN PROGRAM - Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, saat menyerahkan bantuan program di ruang rapat Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, Kamis (8/12/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, menyerahkan pengelolaan infrastruktur dasar permukiman kepada 10 desa di Kabupaten Buleleng, dengan rincian program pengelolaan air minum, pengelolaan santitasi air limbah dan persampahan.

Program pengelolaan infrastruktur dasar permukiman ini, diserahkan langsung Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, di ruang rapat Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, Kamis (8/12/2022), didampingi Kepala Dinas PUTR Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra.

Baca juga :  Pemkab Gianyar Raih WTP Delapan Kali Berturut-turut

Program ini diberikan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pelaksana swakelola, Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP) TPS-3R, pengelola air minum desa (PAM desa) dan perwakilan penerima manfaat pada lokasi program DAK air minum dan DAK sanitasi.

Ke-10 desa tersebut, yakni Desa Pedawa, Desa Kaliasem, Desa Pemuteran, Desa Banjar Tegeha, Desa Tegallinggah, Desa Tejakula, Desa Tembok, Desa Panji, Desa Tamblang, dan Desa Pacung.

Baca juga :  Pemuteran Raih Penghargaan Desa Mandiri Inspiratif dari Kemenparekraf RI

Kadis PUTR Buleleng, Putu Adiptha Ekaputra mengatakan Dinas PUTR Buleleng terus berupaya melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar permukiman dari berbagai sumber pendanaan.

Dirinya menjelaskan pada Tahun Anggaran 2022, Dinas PUTR mengelola anggaran pembangunan infrastruktur dasar permukiman sebesar Rp10.360.537.000 yang tersebar di 10 desa.

“Dengan rincian alokasi dana DAK air minum sebesar Rp5.531.280.000 dan DAK sanitasi air limbah dan persampahan sebesar Rp4.829.257.000,” ungkapnya.

Baca juga :  Abrasi Kembali Terjang Pesisir Pebuahan

Sementara Pj. Bupati Lihadnyana mengatakan Pemerintah Kabupaten Buleleng secara konsisten berkomitmen dalam penyediaan infrastruktur dasar permukiman. Pembangunan sistem penyediaan air minum skala desa, skala kawasan dan skala regional telah dilakukan dalam upaya universal akses air minum untuk masyarakat Buleleng, yakni penyediaan air minum yang memenuhi 4K (kuantitas, kualitas, kontinuitas dan keterjangkauan).

“Saya titip infrastruktur tersebut untuk dimanfaatkan, dipelihara dan dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (118)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini