BRI Jadi BUMN Dengan Kontribusi Dividen dan Pajak Terbaik

picsart 22 12 10 21 50 51 947
BANK RAKYAT - Sebagai bank rakyat, laba yang dicatatkan BRI akan kembali ke rakyat.

Jakarta, DENPOST.id

Kinerja PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang terus unggul mengantarkan perseroan meraih predikat sebagai BUMN berprestasi yang memberikan kontribusi dividen terbaik ke negara. Apresiasi tersebut diberikan MetroTV pada acara Kenduri Bagimu Negeri BUMN Berprestasi di Grand Studio Metro TV, Minggu (4/12/2022). Adapun perhelatan ini dilakukan dalam rangka syukuran dan apresiasi atas prestasi BUMN membangun negeri, serta dengan telah meredanya pandemi.

Terkait hal tersebut, BRI tercatat telah memberikan kontribusi nyata, salah satunya dalam bentuk setoran dividen ke negara. Seperti diketahui, Kementerian Keuangan mencatat, dari perolehan laba tahun 2021, BRI telah memberikan setoran dividen untuk negara dengan jumlah dividen mencapai Rp 14,05 triliun atau menjadi yang terbesar dari seluruh BUMN.

Atas kontribusi besar BRI tersebut, Direktur Utama BRI, Sunarso, mengungkapkan bahwa BRI adalah banknya rakyat, maka labanya berapa pun juga akan dikembalikan kepada rakyat. “Contohnya tahun lalu laba BRI mencapai Rp 32,4 triliun dan dikembalikan kepada negara dalam bentuk dividen Rp 14,05 triliun, dan BRI bayar pajak Rp 12,5 triliun. Total kontribusi BRI kepada negara berdasarkan laba rugi tahun lalu sebesar Rp 26,5 triliun. Kemudian, nanti oleh pemerintah dikelola masuk APBN dan kemudian kembali lagi menjadi berbagai program ke masyarakat, dan kembali kepada rakyat. Oleh karena itu, BRI harus terus di-support oleh seluruh pihak,” paparnya.

Kemudian, di tengah kondisi gejolak perekonomian dunia dan ancaman inflasi yang tinggi, BRI tetap mampu mencatatkan kinerja yang solid untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sustainable. BRI tercatat mampu membukukan pertumbuhan laba mencapai 106,14% year-on-year (yoy) sebesar Rp39,31 triliun pada kuartal III-2022.

Baca juga :  Wujudkan Kedaulatan Pangan, Badung Serahkan Benih Padi, Sayur dan Benih Ikan

Sunarso mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki 4 strategi kunci untuk mempertahankan kinerjanya. Pertama, ada kejelasan sumber pertumbuhan baru melalui Holding Ultra Mikro. Kedua, BRI harus memiliki kecukupan modal. Saat ini perseroan memiliki kecukupan modal yang sangat baik, dimana Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI mencapai 24%, persentase tersebut sangat kuat mengingat untuk mencapai minimum requirement yang comply dengan Basel III hanya dibutuhkan 17,5%. Ketiga, BRI harus memiliki kecukupan likuiditas. Adapun Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI baru 88,92%. Oleh sebab itu perseroan berkomitmen terus mendorong pertumbuhan kredit supaya LDR mencapai level optimal di sekitar 90%-92%. Keempat, adalah kualitas dari pertumbuhan itu sendiri.

Baca juga :  Pelaku UMKM Makin Optimis Memasuki Kuartal II 2022

Terkait dengan seumber pertumbuhan baru dan pemberdayaan UMKM melalui Holding Ultra Mikro, ekosistem ultra mikro semakin mendorong kinerja, baik dari sisi penyaluran kredit maupun juga liabilitas. “BRI berterima kasih atas apresiasi ini. Menjadi BUMN yang dinobatkan sebagai penyumbang dividen terbesar menjadi kebanggan tersendiri. Di sisi lain, ini menjadikan inspirasi dan motivasi bagi BRI untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik lagi ke depan,” ujarnya.

Baca juga :  Tahun Ini, Ruas Jalan Poh Santen-Pangkung Jangu Diperbaiki

Melalui strategi dan didukung pengelolaan modal yang baik, Sunarso optimistis ke depan BRI akan mampu terus create value dan memberikan return yang optimal kepada stakeholder dan pemegang saham. Bahkan dalam 3-4 tahun ke depan, BRI memiliki potensi untuk membagikan dividen payout ratio lebih tinggi dari kondisi normal.

Sebagai contoh tahun 2022, BRI membayarkan 85% dari Net Profit tahun 2021 kepada shareholders sebagai dividen. Pembayaran dividen tersebut naik signifikan dibandingkan dengan tahun buku 2020, yakni 65%.
Dalam acara ini diberikan apresiasi atas prestasi BUMN dalam 4 Kategori, yaitu: dividen untuk negara, ketahanan pangan, penugasan pandemi Covid-19 dan pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). (*/111)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini