Meriahkan Hari Anak Sedunia 2022 Diisi Permainan Tradisional

picsart 22 12 11 17 23 48 616
PERMAINAN TRADISIONAL - Suasana lomba dan pertunjukan permainan tradisional anak yang berlangsung di Taman Yowana Asri, Sabtu (10/12/2022).

Singaraja, DENPOST.id

Peringatan Hari Anak Sedunia Tahun 2022 di Kabupaten Buleleng, berlangsung meriah. Kegiatan lomba dan pertunjukan permainan tradisional anak yang diadakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Buleleng bersinergi dengan Persatuan Olahraga Tradisional (Portina) Kabupaten Buleleng, diadakan di Taman Yowana Asri, Sabtu (10/12/2022).

Banyak permainan tradisional yang dilombakan maupun dipertunjukkan pada kegiatan itu, sebut saja egrang, gangsing, bakiak, ular tangga dan lain sebagainya. Peserta yang diundang berasal dari sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK) di Kota Singaraja.

Baca juga :  Pura Taman Beji Diproyeksikan Jadi DTW

Kepala DP2KBP3A I Nyoman Riang Pustaka mengatakan melalui kegiatan ini, bertekad untuk membangkitkan permainan tradisional Bali, supaya dapat dikenal lebih luas oleh generasi muda.

“Ini upaya dari kita secara kolaboratif dengan Portina, dan pemerintah desa. Jadi, semua stakeholder yang terkait kita ajak kolaborasi untuk melindungi ataupun membangkitkan kembali tradisi-tradisi bermain anak-anak zaman dahulu,” jelasnya.

Riang mencontohkan, permainan tradisional Buleleng, yakni megangsing perlu dilestarikan dan dijadikan ikon permainan tradisional di Buleleng. Anak-anak diharapkan bisa tahu dan bangga kepada daerah sendiri karena memiliki permainan yang seru.

Baca juga :  Tengkorak Manusia Gegerkan Warga Desa Pejarakan, Gerokgak

“Anak-anak jadi tahu ternyata menarik juga bermain gangsing ini. Dan ini perlu kita lestarikan. Peran orang tua pun dibutuhkan dalam mendampingi anak bermain permainan tradisional ini,” pungkas Riang.

Sementara Perbekel Desa Gobleg, I Made Separsa hadir untuk mengenalkan permainan tradisional asli Buleleng itu, sebagai inspirasi kepada anak-anak, sehingga anak-anak dapat mengetahui sekaligus turut melestarikan permainan tradisional warisan leluhur.

“Di Desa kami, di Gobleg itu tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu, awalnya dilakukan sebagai permainan mengisi waktu luang jelang masa panen padi,” jelasnya. (118)

Baca juga :  Ratusan Seniman Jembrana Dilibatkan di Pembukaan PKB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini