Empat Kurir Pil Koplo Ditangkap

pil koplo
DITANGKAP - Kapolresta menunjukkan empat pengedar pil koplo beserta ribuan butir barang bukti.

Padangsambian, DENPOST.id

Ribuan pil koplo golongan G yang hendak diedarkan saat malam pergantian tahun diamankan polisi dari empat pengedar. Para tersangka yakni Binar Ananta Loka (23) (jaringan Pulau Jawa), Haryadi (43) Mislan (22) dan Ahmad Heru Santoso (27) (jaringan Jakarta) diringkus di tempat dan waktu berbeda.

Kapolresta Denpasar, Kombes Bambang Yugo Pamungkas, mengatakan, terungkapnya peredaran pil koplo tersebut berawal dari maraknya penggunaan obat-obatan pengganti narkoba yang digunakan para remaja di wilayah Denpasar dan Badung. “Bekerjasama dengan BPOM, anggota kami melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi identitas para tersangka,” katanya, didampingi Kasat Reskrim Kompol Mikhael Hutabarat, Senin (12/12/2022).

Baca juga :  Soal Kasus Uang Sewa Lahan Adat, Polda Sebut Tetap Jalan

Dilanjutkannya, tersangka pertama ditangkap adalah Binar Ananta Loka di Jalan Tukad Pule Nomor 42, Denpasar Selatan, Jumat (2/12/2022) pukul 12.40. Saat digerebek, tersangka baru menerima dua botol plastik yang berisi masing-masing 1.000 tablet pil koplo warna putih logo Y dan tiga bungkus plastik masing-masing berisi tablet warna kuning logo NOVA. “Berdasarkan keterangan tersangka, obat-obatan tanpa izin itu didapatkan dari seseorang bernama Bella yang diketahuinya berada di Pulau Jawa dengan cara membeli dan memesan,” imbuhnya.

Dihadapan penyidik, sambung Bambang, tersangka mengaku tidak pernah bertemu dengan Bella secara langsung. Dia hanya berkomunikasi melalui telepon. “Obat-obatan ini tidak memiliki izin edar resmi. Tersangka mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari penjualan obatan ini. Tersangka menjual 10 butir seharga Rp 10 ribu, jadi dia membeli setengah dari harga jual,” ungkapnya.

Baca juga :  Denpasar Tambah 2 Positif Covid-19

Selanjutnya, giliran tiga tersangka lainnya ditangkap. Mereka Haryadi, Mislan, dan Heru digerebek di Jalan Karangsari, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Rabu tanggal (7/12/2022) pukul 19.00. Dari tangan ketiga tersangka, diamankan 159 butir pil koplo warna kuning dan 32.000 butir pil koplo warna putih. Ribuan pil itu dikemas dalam 16 botol plastik warna putih. “Mereka mengaku menerima kiriman menggunakan kardus paket dari kurir ekspedisi,” ucap Bambang.

Para tersangka mengaku mendapat kiriman pil koplo dari seseorang yang bernama Radja dari Jakarta. Para tersangka ini mengaku mengedarkan obat penenang tanpa izin ini sejak September 2022. Para tersangka ini juga mengaku mendapatkan keuntungan dua kali lipat. “Rencananya akan diedarkan saat malam tahun baru. Selama ini mereka telah tiga kali menerima paket dan mengedarkan pil koplo,” katanya.

Baca juga :  Motif Pembunuhan Pemilik Warung di Sanur Masih Misteri

Menurut para tersangka, lanjut Bambang, pil koplo tersebut sangat digemari oleh para remaja karena harganya yang murah. Selain itu, pil koplo juga bisa digunakan untuk pengganti narkoba. “Efeknya menenangkan, membuat halusinasi dan merasa perasaan senang. Karena obat-obat ini mengandung Trihexyphenidyl,” tandasnya. (124)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini