Serati dan Pemangku Pun Kini Bisa Dapat Jaminan Sosial dari BP Jamsostek

santunku
SERAHKAN SANTUNAN – BP Jamsostek Cabang Bali-Denpasar menyerahkan Santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada seniman, Andi Wijaya, yang diterima ahli warisnya. DenPost/ist

Denpasar, DenPost.id

Para pekerja mandiri seperti serati banten, pemangku, petani, nelayan, perajin, peternak, pedagang, dan sopi, dapat menjadi peserta program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek).

Menurut Kepala BP Jamsostek Cabang Bali-Denpasar, Opik Taufik, untuk mendapat jaminan sosial, pekerja mandiri hanya perlu melakukan pembayaran iuran mulai dari Rp16.800 per bulan. Secara otomatis mereka memperoleh manfaat program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. “Sekarang pekerja mandiri dapat mendaftarkan diri melalui kanal layanan seperti Kantor Pos atau agen pos, agen BRILINK, agen BNI 46, gerai Indomaret, Alfamart, dan channel perbankan lainnya yang bekerjasama,” ungkap Opik usai menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) seniman, Andi Wijaya, yang meninggal dunia beberapa waktu lalu karena sakit.

Baca juga :  Bantah Selingkuh, Istri Polisi Ngaku Sekadar Menginap

Opik menambahkan seperti diamanatkan oleh undang undang, BP Jamsostek akan melindungi seluruh pekerja dengan berbagai latar belalang profesi. “Dengan memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, tingkat kemiskinan tentu akan terus berkurang” ungkapnya.

Opik juga menjelaskan, BP Jamsostek kini memiliki lima program perlindungan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM), serta program terbaru yakni Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Kelima program ini memiliki manfaat yang beragam seperti perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja, santunan sementara tidak mampu bekerja (STMB) sebesar 100%  gaji selama 12 bulan pertama, dan 50% untuk bulan selanjutnya hingga sembuh jika peserta dalam masa pemulihan dan tidak dapat bekerja untuk sementara waktu, serta santunan 48 kali upah terakhir yang dilaporkan untuk peserta BP Jamsostek yang meninggal karena kecelakaan kerja. Selain itu masih ada manfaat berupa santunan kematian sebesar Rp42 juta bagi peserta yang meninggal bukan karena kecelakaan kerja, dan beasiswa untuk dua anak mulai dari jenjang pendidikan dasar (TK) hingga perguruan tinggi maksimal Rp174 juta. Sedangkan untuk JKP, ada tiga manfaat yang diberikan yaitu uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.

Baca juga :  Sudirta Sebut Pelaporan Desak Dharmawati Bukan Ajang Balas Dendam

Seperti penyerahan JKM terhadap Andi Wijaya, sambung Opik, langsung diterima oleh ahli waris yakni Yully Irawati, istri almarhum. Anak almarhum juga mendapat beasiswa. Almarhum terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek melalui  agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai)  mitra CV AA Cell Solution.

Almarhum Andi Wijaya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di segmen Bukan Penerima Upah (BPU). “Beliau aktif selama tiga tahun dengan mengikuti tiga program BP Jamsostek JKK, JKM dan JHT, sehingga ahliwaris mendapat haknya dari program Jaminan Kematian BP Jamsostek sebesar Rp42 juta berdasarkan PP Nomor 82 Tahun 2019,” tandasnya. (yan)

Baca juga :  Dukung Ketahanan Pangan, Pertanian Layak Jadi Sektor Alternatif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini