Ida Ayu Rusmarini: Bali Banyak Menyediakan Tanaman Obat

ida
Ida Ayu Rusmarini

INDONESIA dan Bali khususnya sangat banyak menyediakan tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai obat. Namun sayang masyarakat banyak yang malas membuat obat sendiri. Mereka lebih banyak mengandalkan pengobatan pada orang lain. Hal itu diakui oleh Ida Ayu Rusmarini yang dikenal sebagai dokter herbal atau usada ini.

Ditemui di rumahnya, Puri Damai, Banjar Tunon, Singapadu, Gianyar, yang sekaligus berfungsi sebagai tempat praktiknya, Rusmarini mengakui bahwa kesadaran masyakat untuk memanfaatkan tanaman di sekitar mereka masih sangat rendah.  “Jangankan membuat obat sendiri, program gubernur untuk pengobatan herbal atau usada Bali di rumah sakit tertentu juga belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat, ” jelas ibu yang bertugas di RS Payangan, Gianyar ini.

Baca juga :  Suwirta Ganti Siaran TV di Tempat Isolasi Dengan Lawak

Untuk menyadarkan masyarakat akan berlimpahnya potensi obat di sekitar kita, peraih Penghargaan Kalpataru ini memulai dengan menularkan ilmunya di lingkungan sekitar. Sejak tahun 1997 Dayu Rusmarini membentuk Kelompok Putri Toga Turus Lambung Puri Damai. Para wanita yang tergabung di kelompok itu dibina untuk mengenal, menanam, dan memahami, jenis tanaman obat, cara mengolah, dan manfaatnya.

Melalui kelompok itu, Dayu Rusmarini membina kalangan wanita, terutama kaum ibu, untuk berlatih mengenali berbagai jenis tanaman obat. Tidak saja untuk warga sekitarnya, wanita kelahiran tahun 1960 ini kerap berbagi pengetahuan herbal dalam seminar-seminar dan orang-orang yang datang bertanya padanya. Di rumahnya yang asri, Rusmarini juga menanam berbagai macam obat, sekaligus menyediakan obat herbal yang sudah jadi bagi yang tak mau membuat obat sendiri. “Saya ingin menyadarkan masyarakat, khususnya Bali, tentang banyak tanaman obat di sekitar kita. Saya ingin mengajak masyarakat untuk kembali ke alam.  Alam ini bisa memberi kita segalanya kalau kita hargai dan pelihara, tapi tak bermanfaat kalau kita tak manfaatkannya. Bahkan akan menghancurkan kalau merusak dan menserakahinya,” jelas Dayu Rusmarini.

Dia mencontohkan beberapa jenis pohon-pohonan yang sangat mudah dimanfaatkan sebagai obat. Ada daun gamal yang bisa berfungsi untuk pengobat luka baru yang sangat manjur; daun lateng siap sebagai obat rematik dan asam urat; bunga kembang bintang sebagai obat mata dan lain-lain. “Saatnya kita kembali ke alam, melihat potensi alam Bali yang berlimpah, memanfaatkannya demi kebaikan masyarakat dan alam Bali,” tandas Rusmarini. (ita)

Baca juga :  Di Denpasar, Cakupan Vaksin Rabies Baru 28,27 Persen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini