Perumda Air Minum dan Tribuana Diminta Setor Pajak Penghasilan

pdam
Sekda Jembrana, I Made Budiasa

Negara, DENPOST.id

Gubernur Bali memberikan banyak catatan dari evaluasi RAPBD Jembrana tahun 2023.
Selain terkait target PAD Jembrana yang tidak memenuhi target dan banyak mengalami kebocoran, juga terkait keberadaan Perumda Air Minum Tirta Amertha Jati dan Perumda Tribuana. Sesuai keputusan Gubernur Bali, kedua perumda ini diminta untuk menyetorkan pajak penghasilan.

Sekda Jembrana, I Made Budiasa, Selasa (13/12/2023) mengatakan, tahun 2023 pajak penghasilan akan dimulai. Sebelumnya kedua perumda tersebut belum ada pemasukan lantaran terkendala pandemi. Diharapkan tahun depan bisa menghasilkan PAD dengan target untuk Perumda Tribuana kurang lebih Rp 20 juta rupiah, sedangkan untuk Perumda Air Minum kurang lebih Rp 46 juta.

Baca juga :  Dua Pasien Sembuh di Negara Dipulangkan

Budiasa juga mengatakan, dari hasil evaluasi juga ada mengenai dana transfer dan termasuk dana BKK. “Itu sudah kita sesuaikan, itulah yang tadi kami rapatkan kembali. Sebelumnya dana BKK kita usulkan kurang lebih Rp 80 miliar dan sekarang turun menjadi Rp 30 miliar ini yang harus kita sesuaikan yang mana kita kurangi kegiatannya,” jelasnya.

Untuk penetapan APBD tahun 2023 ada belanja-belanja yang harus ditetapkan. Setelah evaluasi ini nantinya akan ada kegiatan-kegiatan baru seperti pasar yang sebelumnya tidak direncanakan. “Memang biaya relokasi Pasar Umum Negara dibiayai oleh pusat, akan tetapi untuk pembuatan amdal. Amdal lalin ini yang perlu kita tambahkan dan sudah ditetapkan dan disetujui bersama antara pihak OPD dan Banggar DPRD Jembrana,” katanya.

Baca juga :  Di Pelabuhan Gilimanuk, Wisdom Mulai Meningkat

Ketua DPRD Jembrana, Ni Made Sri Sutharmi, juga mengatakan, di tahun 2022 Jembrana menargetkan PAD Rp 159 miliar dan di bulan Oktober baru mencapai sebesar Rp 137 miliar. Karena itu tahun 2023 difokuskan peningkatan PAD.
Demikian juga penyelesaian BPJS sebelumnya kekurangan dana sebesar Rp 14 miliar dan sudah ditambahkan. “Kemudian juga terkait program bupati dan perbaikan bencana sebesar Rp 30 miliar yang sebelumnya hanya Rp 20 miliar dan sudah ditambah lagi sebesar Rp 10 miliar oleh Gubernur Bali,” pungkasnya. (120)

Baca juga :  Di Jembrana, Masih Ada Warga Ngotot Tolak Vaksin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini