Tanaman Cabai di Subak Lunjung Busuk Diserang Hama

bar
BUSUK - Salah seorang petani di Subak Lunjung, Desa Tusan, Banjarangkan, Klungkung menunjukkan tanaman cabainya yang busuk diserang hama, Rabu (14/12/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Harga cabai belakangan ini mulai merangkak naik di sejumlah pasar Klungkung. Namun kenaikan harga cabai ini tidak menguntungkan bagi petani. Pasalnya, di saat harga tinggi, tanaman cabai mereka malah terserang hama. Akibatnya, buah cabai busuk dan mengering, sehingga tak bisa dipanen.

Kondisi ini terjadi di Subak Lunjung, Desa Tusan, Banjarangkan. Bahkan, salah seorang petani, Kadek Sudiana, mengatakan, kalau perubahan cuaca ekstrem menjadi salah satu penyebab. Kondisi ini menyebabkan hanya yang disebut hama kuku putih itu dengan mudah menyerang tanaman cabai.
“Cuaca kan tidak bagus, kadang hujan deras lalu panas terik seperti sekarang. Itu membuat tanaman cabai gampang kena penyakit. Awalnya seperti isi putih-putih, lalu busuk. Setelah itu cabai jadi kering,” ungkap Sudiana, Rabu (14/12/2022).

Baca juga :  Obyek Wisata Temeling Porak Poranda Diterjang Banjir Bandang

Menurut Sudiana, serangan hama ini membuat petani mengalami kerugian cukup besar. Dia mencontohkan, ada petani penggarap yang menyewa lahan seluas 60 are di Subak Lunjung untuk ditanami cabai. Modalnya mencapai Rp 20 juta, belum termasuk biaya perawatan dengan obat-obatan. Namun, bukannya mendapat hasil panen melimpah, justru petani mengalami gagal panen.
“Sudah berbagai jenis obat dipakai agar tidak busuk, tapi masih juga hasilnya begini. Kerugianya besar sekali, apalagi sekarang harga jual cabai di pasar lagi naik,” katanya.

Sementara di pasar tradisional, harga sejumlah kebutuhan pokok mulai mengalani kenaikan. Utamanya untuk komoditi bumbu dapur. Di Pasar Galiran contohnya, harga cabai dan bawang merah melonjak. Yang mana sebelumnya untuk cabai rawit merah harganya Rp 30 ribu per kilogram, saat ini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
Demikian juga untuk bawang merah, harga sebelumnya Rp 22 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp 28 ribu per kilogram. “Kenaikan harga cabai jadi Rp 50 ribu sekilo, sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Pasokan lancar, cuma naik harganya. Semua naik, sayur naik, bawang merah naik, sayur-sayur semua naik,” papar Wayan Antari, salah seorang penjual bumbu dapur di Pasar Galiran. (119)

Baca juga :  Air PDAM di Kampung Gelgel Macet, Siswa Kesulitan Cuci Tangan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini