Jerman dan Belanda Buka Lowongan Bagi Ratusan Ribu PMI

wowo
BERI KETERANGAN - Deputi Bidang Penempatan dan Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali IB Arda saat memberin keterangan usai peresmian fasilitas lounge PMI. (DenPost/wiadnyana)

Mangupura, DenPost.id

Pascapandemi covid-19 puluhan negara membuka peluang kerja bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Bahkan, Belanda dan Jerman membutuhkan ratusan ribu PMI yang memiliki kompetensi sebagai perawat dan bisnis hospitality.

Deputi Bidang Penempatan Kawasan Eropa dan Timur Tengah Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Irjen Pol.Achmad Kartiko mengungkapkan setelah penyebaran covid-19 melandai, jumlah PMI yang diberangkatkan ke luar negeri meningkat. Selama tahun 2022 lebih dari 200 ribu PMI diberangkatkan. “Para PMI tersebut tersebar di puluhan negara. Tahun depan kami menargetkan sebanyak-banyaknya PMI yang diberangkatkan. Tentunya yang diutamakan PMI memiliki kompetensi sebagai perawat, staf rumah sakit, dan bisnis hospitality, karena negara-negara di Eropa banyak kekurangan tenaga kerja,” tegasnya, usai meresmikan Lounge, Fast Track dan Help Desk (jalur cepat keimigrasian) di Keberangkatan Internasional Bandara Ngurah Rai, Rabu (14/12/2022).

Baca juga :  Cegah Kerumunan, Satpol PP Tongkrongi Lapangan Puputan Badung

Apakah ada pengaruh dan kendala dibukanya peluang kerja bagi PMI terkait isu resesi global? Kartiko mengatakan tidak ada pengaruh. Bahkan negara asing membuka kesempatan dan memberikan peluang kerja yang besar bagi para PMI. “Belanda dan Jerman siap menerima sebanyak-banyaknya tenaga kerja dari Indonesia. Tergantung kita berapa bisa menyuplai tenaga profesional ke negara itu,” ungkapnya.

Mengenai kemudahan para PMI dalam mengurus proses keimigrasian, sambung Kartiko, BP2MI berkolaborasi dengan BUMN meluncurkan fasilitas lounge PMI jalur cepat keimigrasian. “Fasilitas lounge PMI telah diluncurkan di lima bandara internasional di Indonesia yaitu, Bandara Internasional Juanda, Bandara Internasional Ahmad Yani, Bandara Ngurah Rai, Bandara Internasional Lombok-Nusa Tenggara Barat, dan Bandara Internasional Kualanamu. Bandara tersebut dipilih karena strategis dari kantong-kantong PMI,” bebernya.

Baca juga :  Berobat ke Sanglah, Begini Prosedurnya

Menurut Kartiko, fasilitas lounge PMI berisi ruang tunggu, fast track untuk kelancaran proses keimigrasian dan help desk yang menyedikan informasi advokasi, pendataan dan pemulangan PMI terkendala.

Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali IB Arda mengungkapkan keberangkatan PMI asal Bali mulai dilakukan pada Oktober 2020. Hingga kini jumlah PMI yang berangkat tercatat 12.800. “Pascapandemi, PMI asal Bali mulai meningkat yang berangkat. Di antara mereka ada yang bekerja di darat dan laut atau staf kapal pesiar,” imbuhnya.

Baca juga :  Digelar Saat Pandemi, Begini Ujian Kyu Semester Lemkari

Menurut IB Arda, PMI asal Bali paling banyak terserap di sektor hospitality dan kapal pesiar. Ada 77 negara yang menjadi tujuan PMI dari Bali. “Saya mengimbau ke para calon PMI agar melalui agen resmi. PMI wajib berangkat melalui agen yang terdaftar dan memiliki kompetensi serta lengkap secara administrasi,” tandasnya. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini