Imigrasi Ngurah Rai Pulangkan Dua Buronan Interpol

picsart 22 12 14 19 48 18 103
BURONAN - Imigrasi Ngurah Rai bersama Polri, saat memulangkan dua buronan Interpol.

Jimbaran, DENPOST.id

Kantor Imigrasi Ngurah Rai melakukan pemulangan terhadap dua subjek red notice Interpol, yakni CS (48) warga negara Ceko dan SD (39) warga negara Slovakia. Imigrasi Ngurah Rai bersama Polda Bali, dan NCB Interpol Divhubinter Polri turut mengawal proses pemulangan kedua subjek red notice Interpol tersebut.

Kedua subjek red notice tersebut, dipulangkan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju negara masing-masing, Rabu (14/12/2022) pukul 01.00 dini hari, dengan pengawalan dari NCB Interpol Divhubinter Polri.

Mengutip dari laman Interpol, red notice adalah permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan untuk sementara menahan seseorang yang menunggu ekstradisi dan penyerahan atau tindakan hukum serupa.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Yoga Aria menyampaikan CS masuk ke Indonesia, melalui Bandara Ngurah Rai pada, 14 Juni 2019, menggunakan visa kunjungan dan memiliki izin tinggal yang berlaku sampai 20 Januari 2023.
Sedangkan SD masuk ke Indonesia, melalui Bandara Ngurah Rai pada, 14 Maret 2020, menggunakan visa investor dan izin tinggalnya dikeluarkan Kantor Imigrasi Denpasar. “Kami dari Imigrasi mendukung penuh dan siap membantu upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh NCB Interpol Polri, terkait subjek red notice. Dan terhadap kedua subjek red notice Interpol tersebut, kami (Imigrasi) kenakan pasal 75 ayat (3) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” terang Yoga.

Baca juga :  Usulan Penerapan Retribusi Pantai Kuta akan Dikaji

Pada pasal tersebut, disebutkan bahawa Tindakan Administratif Keimigrasian berupa Deportasi dapat juga dilakukan terhadap orang asing yang berada di wilayah Indonesia, karena berusaha menghindarkan diri dari ancaman dan pelaksanaan hukuman di negara asalnya.

Sementara Kepala Bagian Kejahatan Internasional (Jatinter) Set NCB Indonesia Divhubinter Polri, Kombes. Tommy Aria Dwianto menyatakan pengembalian kedua buronan Interpol tersebut akan dilakukan dengan metode handling over (penyerahan). Mekanisme handling over merupakan model kerjasama police to police yang dilakukan oleh aparat penegak hukum sebagai jalur tercepat untuk memulangkan seorang buronan ke negara peminta subjek yang diburu.

Baca juga :  DPMD Badung Kembangkan Inovasi “Pusaka Sakti Badung”

Tommy menyampaikan pencarian dan penangkapan terhadap dua buronan Interpol tersebut, berawal dari permintaan kedua negara melalui NCB Interpol masing-masing yang diajukan kepada Pemerintah Indonesia, melalui NCB Interpol Indonesia. Tindaklanjut atas permintaan tersebut, NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri kemudian berkoordinasi dengan Polda Bali, dan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Pada, 30 November 2022, tim gabungan dari NCB Interpol Divhubinter Polri dan Ditreskrimum Polda Bali, berhasil menangkap kedua subjek red notice Interpol tersebut dan melakukan penahanan sementara berdasarkan arrest warrant dan provisional arrest request dari Interpol Ceko.

Baca juga :  Terbawa Ombak, Jenazah Orok Terdampar di Pantai Legian, Kuta

Pemulangan dikawal enam personel gabungan dari NCB Interpol Indonesia, dan Ditreskrimum Polda Bali. Setibanya di Ceko, akan dilakukan proses handling over kepada Interpol Ceko, dengan disaksikan otoritas setempat. (113)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini