Aset Pemerintah di ACJN Rambut Siwi Banyak Raib

picsart 22 12 14 19 49 11 232
ACJN RAMBUT SIWI - Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambutsiwi di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo.

Negara, DENPOST.id

Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi di Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, hingga saat ini masih belum jelas pengelolaannya. ACJN Rambut Siwi dikerjakan mulai 2016, di atas tanah seluas 4,7 hektar dan rampung pada akhir tahun 2017.

Namun, sampai sekarang belum serah terima oleh Kementerian PUPR kepada pemerintah daerah, sehingga kini kondisi ACJN Rambut Siwi yang pembangunannya menelan biaya Rp67 miliar terkesan mangkrak dan tidak terawat.

Karena pengelolaan yang tidak jelas, aset pemerintah di ACJN Rambut Siwi juga banyak yang raib. Salah satunya
panel listrik senilai Rp300 juta hilang. Selain itu, kondisi di lokasi sangat memprihatinkan.
Selain padang rumput yang tinggi, banyak fasilitas umum yang rusak, seperti toilet sudah rusak dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jembrana, I Komang Wiasa, Rabu (14/12/2022), mengatakan ACJN Rambut Siwi masih milik pemerintah pusat. Sampai saat ini belum serah terima kepada pemerintah daerah. Untuk biaya operasional perawatan dan pemeliharaan masih ditanggung anggaran dari pusat, serta pusat yang langsung mengelola.

Baca juga :  Kunjungi Puspa Aman, TP PKK Oku Selatan Nyatakan Kekaguman

Pihaknya juga tidak mengetahui terkait penugasan pengamanan di areal tersebut. “Ketika adanya laporan terkait kehilangan panel listrik senilai Rp300 juta itu, daerah tidak mengetahuinya. Kami juga tidak mengetahui siapa yang mengelola, kami tidak punya wewenang untuk menjaga fasilitas yang ada di sana. Selain panel listrik hilang, juga fasilitas yang lainnya banyak yang rusak,” ungkapnya.

Dikatakan dia, jika ACJN Rambut Siwi ini diserahkan kepada Kabupaten Jembrana, pihaknya masih akan mengajukan anggaran perbaikan kepada pemerintah pusat.

Baca juga :  Hujan Akibatkan Pohon Tumbang dan Luapan Air di Gianyar

Sementara terkait kehilangan panel listrik yang harganya ratusan juta tersebut, Wiasa melanjutkan terkait pelaporan ke pihak kepolisian itu masih wewenang pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR. Menurut dia, kehilangan panel listrik tersebut sudah terjadi 3 bulan yang lalu.

Selain ACJN Rambut Siwi yang belum serah terima, Kebun Raya Jagatnatha Jembrana juga belum serah terima. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini