Diduga Hanyut di Sungai, Dadong Jangklek Ditemukan di Semak-semak

picsart 22 12 15 13 27 33 407
EVAKUASI - Evakuasi Ni Wayan Jangklek (70), dari semak-semak wilayah Banjar Enjung Sari, Desa Bakbakan, Gianyar, Kamis (15/12/2022) sekitar pukul 11.15 Wita.

Bangli, DENPOST.id

Petugas gabungan mengevakuasi Ni Wayan Jangklek (70), dari semak-semak wilayah Banjar Enjung Sari, Desa Bakbakan, Gianyar, Kamis (15/12/2022) sekitar pukul 11.15 Wita. Warga Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli itu ditemukan dalam kondisi hidup, namun dengan tubuh lemas, karena mengeluhkan kesemutan pada kaki.

Posisi korban ditemukan tepat di seberang Sungai Dauh Yeh Dah, Banjar Bangun Lemah Kawan (perbatasan dengan Gianyar).
Wayan Muliarta, salah seorang kerabat korban mengungkapkan, Dadong Jangklek diketahui hilang seitar Pukul 18.00 Wita, Rabu (14/12/2022). Karena di jam itu, biasanya korban sudah pulang dari kebiasaannya mencari kayu bakar dan sayuran jenis pakis di sekitaran bantaran sungai Apuan perbatasan Gianyar.

Baca juga :  Ditinggal Tidur, Motor dan HP Diembat Maling

“Jam empat sore ada yang lihat katanya masih ada di sekitar seberang sungai cari paku (sayur pakis). Sampai petang tidak ada pulang,” terangnya saat ditemui di TKP.

Pihak keluarga dibantu warga pun berusaha melakukan pencarian di sekitar bantaran sungai. Sebab, dekat sungai ada barang-barang ditemukan berupa kayu bakar, kelapa, sayuran pakis dan singkong. “Kami meyakini itu barang miliknya (korban). Karena kebiasaannya memang mencari-cari itu,” beber Muliarta.

Selanjutnya pencarian dilakukan hingga ke selatan dan barat (wilayah Gianyar). Pencarian hingga dini hari, namun nihil ditemukan. Pihak keluarga bahkan sempat menempuh upaya sekala niskala, di mana disebutkan jika korban masih berada di sekitar sungai, yang tak begitu jauh. “Karena sampai malam tidak ditemukan, barulah kami melapor ke polisi,” imbuhnya.

Baca juga :  Terkendala Sinyal, Disdikpora Karangasem Bebaskan Sekolah Lakukan Ini

Sementara, Kapolsek Susut, AKP I Nyoman Edi Suharya, mengungkapkan, pencarian dilakukan oleh tim gabungan baik dari unsur kepolisian, BPBD, dan Basarnas, dari dua kabupaten (Gianyar dan Bangli) mulai pukul 02.00 Wita dini hari. “Karena dugaan awal korban terseret arus sungai, maka pencarian kami lakukan di sekitaran bantaran sungai hingga ke perbatasan. Tapi nihil ditemukan,” sambung Suharya.

Sekitar pukul 11.15 Wita, ada warga yang masih ada hubungan keluarga dengan korban, menemukan korban di seberang sungai, pada semak-semak dalam kondisi masih hidup. “Saat ditemukan posisi korban sedang duduk dan lemas. Tak ada luka terbuka, korban mengeluhkan kesemutan pada kaki. Mungkin kelelahan,” jelasnya.

Baca juga :  Dilanda Longsor, Begini Kondisi Jalan di Dua Desa di Bangli

Dia menyimpulkan, korban tak sampai terjatuh atau terseret arus sungai. Namun diduga, korban yang kala itu telanjur mencari sayuran pakis di seberang sungai, lalu turun hujan. “Arus sungai sore itu sangat deras dan pekat. Mungkin korban tak berani menyeberang dan memilih pulang jalur darat ke semak-semak. Tapi karena malam dan sudah lelah, berhenti. Seperti linglung,” imbuhnya.

Pantauan di lokasi, begitu ditemukan, korban langsung dievakuasi ke RSUD Bangli dengan ambulans, untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ditemukan korban dalam keadaan masih sadar, bahkan masih bisa bicara namun agak pelan, mengingat kondisinya lemah. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini