Kunjungan ke Wisata Bahari Dekati Normal, Per Hari Capai 3.000 Pengunjung

water
Made Wijaya

Tanjung Benoa, DENPOST.id

Dampak gelaran KTT G20 mulai diràsakan pelaku pariwisata di kawasan Tanjung Benoa, Kutsel. Masyarakat yang bergelut di sektor wisata bahari kini mulai bisa bernafas lega seiring meningkatnya kunjungan ke objek ini.
Hal ini diakui Bendesa Adat Tanjung, Made Wijaya. “Saya sejak awal optimistis jika KTT G20 pasti akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke sini (Tanjung Benoa),” ungkapnya Kamis (15/12/2022).

Baca juga :  Kejar Target 13.600 Vaksin Covid-19, BIN Bali Sasar 1.000 Masyarakat Kutsel

Itu terbukti dengan terus meningkatnya kunjungan sehingga program di Desa Adat Tanjung Benoa mulai bisa dilaksanakan. Setelah sempat 2,5 tahun terpuruk akibat pandemi Covid-19, sekarang para pengusaha sudah mulai memanggil karyawan mereka yang dirumahkan untuk bekerja kembali.
Bahkan, kata dia, kunjungan ke water sport Tanjung Benoa sudah mendekati normal.

Ditanya jumlah kunjungan saat ini, Wijaya mengungkapkan, sebelum pandemi kunjungan berkisar 5.000 orang per hari. Sedangkan saat ini, rata-rata sudah di angka 3.000 pengunjung per hari.
Dia yakin jumlah ini akan terus meningkat seiring datangnya libur pergantian tahun.

Untuk mengantisipasi kunjungan yang biasanya membeludak, dia berharap DKP Badung mulai mengambil langkah dengan melakukan pemotongan beberapa pohon yang ada di pinggir Jalan Pratama Tanjung Benoa. Sedangkan bagi pihak yang menggelar event besar diharapkannya memikirkan tempat parkir yang memadai sehingga tidak mengganggu arus lalin di Jalan Pratama. Karena Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk kawasan Wisata Bahari Tanjung Benoa. “Nanti kami akan koordinasi dengan pihak DKP untuk hal ini,” pungkasnya. (113)

Baca juga :  Pembiayaan Ultra Mikro Selamatkan Petani dari Jeratan Renternir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini