Minyak Jelantah Bisa Jadi Bencana Jika Tak Dikelola dengan Baik

picsart 22 12 15 19 19 08 204
KUMPULKAN MINYAK - Para siswa SMPN 1 Kuta Selatan, saat mengumpulkan minyak jelantah di halaman sekolahnya.

Mangupura, DENPOST.id

Permasalahan terkait minyak goreng bekas (minyak jelantah) atau yang lebih dikenal dengan singkatan mijel di masyarakat saat ini, yakni pembuangan limbah minyak jelantah yang masih dilakukan secara sembarangan. Bahkan seringkali minyak jelantah ini, dibuang ke sungai, selokan atau langsung dibuang ke tanah.

Tentu perlu disadari bahaya yang ditimbulkan dari limbah minyak jelantah ini dapat merusak ekosistem perairan, mencemari tanah dan dapat menyumbat saluran air.

Sementara itu, pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan atau berulang-ulang dapat merusak kesehatan manusia, yakni dapat menimbulkan penyakit kanker, dan akibat selanjutnya dapat mengurangi kecerdasan generasi berikutnya. Untuk itu, penting untuk dilakukan penanganan yang tepat supaya limbah minyak jelantah ini, dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan “bencana” atau kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan.

Berangkat dari permasalahan inilah, “Laksana Becik” yang merupakan komunitas para pecinta lingkungan bergerak mengedukasi masyarakat, termasuk generasi muda untuk lebih peduli dengan lingkungan, terutama terkait masalah limbah Minyak Jelantah. Sebagai komunitas yang baru berdiri di Bali ini, Laksana Becik yang berarti perilaku yang baik ini, ingin ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih.

Baca juga :  Kejar Buronan Interpol, Imigrasi Kerahkan 150 Petugas

Berkaitan dengan kepedulian yang dilakukan, Laksana Becik ini memulai gerakan mengumpulkan minyak jelantah yang menyasar siswa-siswi sekolah di Kabupaten Badung. Sebagai pilot project program penanganan limbah minyak jelantah ini, Laksana Becik mengajak SMP Negeri 1 Kuta Selatan, dan SD No. 11 Jimbaran, Kabupaten Badung, untuk mengajak siswanya mengumpulkan minyak jelantah dari rumah dan dibawa ke sekolah untuk dikumpulkan di sekolah.

Pada program edukasi ini, Laksana Becik juga menggandeng Rotary Club Jimbaran, yang memiliki program pengentasan stunting di Badung. Melalui kolaborasi yang dilakukan antara Laksana Becik dengan Rotary Club Jimbaran ini, nantinya diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga lingkungannya dan ikut mensukseskan program pengentasan stunting.

Menurut perwakilan Laksana Becik, Cahaya Kurniawan, S.Sos., Kamis (15/12/2022), pihaknya ingin mengedukasi siswa agar ikut menjaga lingkungan tetap bersih dan tidak membuang limbah jelantah ke alam. Pasalnya, limbah jelantah yang bila dibuang ke alam dan dalam waktu yang lama, tentu akan mencemari lingkungan. “Kami dari Laksana Becik, ingin menanamkan kesadaran sejak dini terkait permasalahan lingkungan, khususnya masalah limbah Jelantah,” kata pria yang arab disapa Wawan ini.

Baca juga :  Dispar Optimistis Kunjungan Wisman ke Bali Terus Bertambah

Ditemui usai pengumpulan minyak jelantah, Kepala SMP Negeri 1 Kuta Selatan, I Gede Antika menyampaikan apresiasi terhadap program gerakan pengumpulan minyak jelantah ini. “Dengan adanya program seperti ini, kita sambut dengan baik. Karena ini merupakan salah satu ide untuk edukasi terhadap anak berkaitan dengan pemeliharaan lingkungan,” ucapnya.

Ke depan, pihaknya akan mengupayakan para siswa, guru dan pegawai yang menjadi warga SMP Negeri 1 Kuta Selatan, agar bisa bersama-sama, bahu-membahu, ikut melakukan edukasi terhadap minyak jelantah yang merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan, sehingga dengan edukasi ini bersama-sama memiliki persepsi untuk pemeliharaan lingkungan supaya tetap bersih.

“Untuk Laksana Becik, agar selalu semangat untuk mengedukasi, sehingga sekolah bisa terus berkolaborasi mengedukasi warga SMP Negeri 1 Kuta Selatan,” harapnya.

Baca juga :  Kunjungan ke Bali Berkurang 99 Persen, PEN Padat Karya Diharapkan Ini

Ucapan sama disampaikan Kepala Sekolah SD No. 11 Jimbaran, I Nyoman Suasta, S.Pd.M.Pd. Pihaknya menyampaikan kalau program gerakan pengumpulan minyak jelantah ini, menjadi gayung bersambut dengan program lingkungan yang diterapkan di sekolahnya. Ia mengatakan program ini sangat bagus apalagi berkaitan dengan isu-isu lingkungan, sehingga program pengumpulan minyak jelantah ini diharapkan dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan. “Untuk itu, kami akan terus mensosialisasikan terkait dengan permasalahan minyak jelantah bisa tidak ditangani dengan baik,” harapnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Badung, I Wayan Tur Adnyana menyampaikan terima kasih kepada Laksana Becik, yang sudah memfasilitasi program gerakan pengumpulan minyak jelantah di sekolah. “Saya selalu akan mengkomunikasikan program ini ke sekolah-sekolah di Badung yang mau peduli lingkungan. Untuk itu, ke depan apapun programnya saya akan sangat mendukung. Sehingga Laksana Becik betul-betul menerapkan konsep Trikaya Parisuda (berfikir, berkata dan berbuat yang baik),” tandasnya. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini