Dua ABG Pembunuh Polisi Dituntut 5 Tahun dan 1 Tahun Bui

bunuh
TKP PEMBUNUHAN - TKP pembunuhan polisi di Hotel Permata Dana di Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, saat dipasangi garis polisi. (DenPost.id/dok)

Sumerta, DenPost.id

Dua terdakwa pembunuh polisi di Hotel Permata Dana di Jalan Pidada V, Ubung, Denpasar Utara, menjalani sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar membacakan tuntutan untuk terdakwa FI (16) dan PAS (15). Dalam tuntutan jaksa, terdakwa FI yang merupakan pelaku utama dituntut 5 tahun dan rekannya, PAS, 1 tahun bui (penjara).

Kasi Intel Kejari Denpasar Putu Eka Suyantha saat dimintai konfirmasi Jumat (16/12/2022), mengatakan dalam tuntutannya pada sidang tertutup Kamis (15/12/2022), jaksa Desi Mega menyatakan kedua terdakwa yang masih anak baru gede (ABG) ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap polisi berinisial FN asal Sulawesi Selatan. “Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 338 KUHP dan Pasal 170 Ayat (1) KUHP Ayat (1) ke-1 KUHP,” tegasnya.

Baca juga :  Tertimpa Bongkahan Batu Padas, Seorang Pekerja Galian C Tewas

Menurut Suyantha, kedua terdakwa dituntut untuk menjalani pidana penjara di LPKA Karangasem. Menanggapi tuntutan tersebut, terdakwa FI dan PAS akan mengajukan pledoi (pembelaan) dalam sidang berikutnya. “Sidang ditunda untuk memberi kesempatan kedua terdakwa menyiapkan pembelaan,” imbuhnya.

Suryantha menyebutkan pembunuhan polisi tersebut terjadi pada Rabu (16 November 2022) sekitar pukul 00.30. Sedangkan DenPost.id sebelumnya memberitakan bahwa korban (FS), yang bertugas di bawah komando operasi (BKO) itu, awalnya memesan seorang wanita panggilan berinisial Luh KD (20) melalui aplikasi MiChat. Wanita asal Kubutambahan, Buleleng, ini kemudian memilih Hotel Permata Dana. Begitu FN bertemu Luh KD, ternyata wajahnya berbeda dengan yang terpampang di foto MiChat. Lantaran tidak sesuai keinginan, FN akhirnya batal menyewa Luh KD dan meminta uang kembalian.

Baca juga :  Soal "Kota Hantu", Koster Sebut Bali Tak Terganggu

Luh KD yang tak terima lantas berteriak-teriak. Keributan itu lalu didengar oleh pengunjung hotel lain, termasuk terdakwa FI dan PAS yang berada di kamar No.20 hotel yang sama.  Kedua terdakwa lalu terlibat cekcok mulut dengan korban (FN). “Apa kau? Kalau mau ruwet di luar sini!” ujar terdakwa FI sambil mendorong dada FN dan memukul ke arah dadanya. Selanjutnya PAS menendang FN dua kali yang mengenai kaki dan perut sebelah kiri.

Baca juga :  Swasta Dipastikan Dapat Siswa

Keributan ini lalu dilerai beberapa pengunjung hotel. FI yang masih emosi segera mengeluarkan pisau lipat yang dibawanya untuk menikam leher polisi yang bertugas menjaga puncak KTT G20 di Bali itu. Akibat ditusuk, FN mengalami luka di leher sehingga mengeluarkan banyak darah. Korban yang hendak pergi ke rumah sakit akhirnya roboh dan meninggal dunia tak jauh dari TKP. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini