Dewan Soroti Alih Fungsi Lahan di Tibubeneng

picsart 22 12 18 18 01 19 691
DILIRIK PEMGEMBANG -Kawasan pertanian seluas 35 hektar yang mulai dilirik pengembang untuk perumahan.

Mangupura, DENPOST.id

Alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Badung, sangat sulit terbendung, khususnya di kawasan pariwisata. Salah satunya terjadi di area pertanian Subak Dawas, yang terletak di Banjar Dawas, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara.

Kawasan pertanian seluas 35 hektar ini, mulai dilirik pengembang untuk perumahan. Padahal kawasan tersebut, sesuai RDTR Kecamatan Kuta Utara, merupakan kawasan pertanian.

Anggota DPRD Badung asal Banjar Dawas, I Wayan Sandra mengungkapkan indikasi masuknya pengembang dengan adanya upaya pelebaran Jalan Usaha Tani (JUT) di Subak Dawas.

“Sisi kanan dan kiri jalan subak yang ditumbuhi pohon pisang sudah dibabat dan katanya akan ada pengaspalan jalan subak yang dibiayai investor,” ungkap Sandra, Minggu (18/12/2022).

Baca juga :  Polisi Tetapkan Satu Tersangka Dalam Kasus Pembacokan di Sading

Padahal jalan subak yang di paving selebar kurang lebih 2 meter, dengan sumber dana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Pemkab Badung, belum juga berumur setahun.

JUT Subak Dawas ini, lanjut Sandra hanya bisa dilalui pikap untuk mengangkut alat produksi dan hasil pertanian. Akan tetapi belakangan mobil engkel yang ukurannya lebih besar diam-diam masuk ke lokasi membawa bahan bangunan. “Ada pembangunan rumah berlantai dua yang dulu sempat dihentikan oleh Pol PP, kini mulai melakukan aktivitas lagi. Saya minta Pol PP untuk kembali turun ke lapangan,” tegasnya.

Baca juga :  Hari Ini, di Bandara Ngurah Rai Masih Ada Penerbangan

Untuk menghindari masuknya kendaraan berat yang bisa merusak JUT, Sandra menyarankan agar segera dipasang portal. Portal ini akan mengatur ukuran termasuk tinggi kendaraan yang bisa melalui JUT. “Kalau ini tidak dilakukan JUT akan rusak, lahan pertanian Subak Dawas akan habis dikavling,” ujarnya.

Dkonfirmasi terpisah, Perbekel Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya juga mendengar informasi yang terjadi di JUT Subak Dawas. Dijelaskan dia, JUT tersebut sebenarnya memang cukup lebar dengan jalan paving 2 meter dan kiri kanannya ditanami pohon pisang. “Informasinya pohon pisangnya dibabat. Besok (Senin-red) rencananya pekaseh dan pengurus akan kita panggil,” ujarnya. (115)

Baca juga :  Rekonstruksi Penganiayaan Buruh Proyek, Korban Sempat Alami Perlakuan Begini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini