Dibungkus Tas Kresek, Jasad Orok Dibuang di Pinggir Sungai 

orok
OLAH TKP - Polisi mengadakan olah TKP di lokasi penemuan jasad orok di dalam kardus yang dibungkus tas kresek hitam di pinggir Sungai Tengkulak di Banjar Celuk, Desa Kapal, Mengwi, Badung, Minggu (18/12/2011) pagi.

Mengwi, DenPost

Jasad bayi dibungkus tas kresek hitam ditemukan warga di pinggir Sungai Tengkulak di Banjar Celuk, Desa Kapal, Mengwi, Badung, Minggu (18/12/2022) pagi. Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki itu diduga sengaja diletakkan di anak tangga menuju sungai oleh ibunya.

Kapolsek Mengwi Kompol Nyoman Darsana mengatakan jasad bayi tersebut telah membusuk dan diduga telah dibuang beberapa hari sebelum ditemukan. Tas kresek berisi bayi itu kemudian diketahui seorang warga yang hendak buang air ke sungai sekitar pukul 07.00.

Awalnya, warga bernama Sarjana (52) melihat kardus mie yang dibungkus tas kresek hitam. “Dia (Sarjana) awalnya tidak curiga dengan bungkusan tersebut, sehingga dia langsung menuju sungai,” tambah Darsana.

Hingga akhirnya Sarjana mencium bau busuk dari arah kardus. Dia lantas curiga dan segera membuka kresek hitam yang di dalamnya berisi kardus tersebut. “Saat dibuka, Sarjana melihat jasad bayi dalam kondisi membiru dan mengeluarkan bau menyengat,” beber perwira polisi asal Buleleng itu.

Baca juga :  Keracunan Krupuk Ikan Buntal, Satu Meninggal

Saat ditemukan, jasad sang dibungkus selimut merah muda dan berisi popok. Selain itu ari-ari dan tali pusarnya masih ada. Ada beberapa barang lain juga yang ditemukan di sana yaitu perban yang sudah dibuka, cotton bud, satu selimut bayi warna kuning, dua selimut bayi warna merah muda, dua bawang merah, baju kaos warna hitam merk ‘’Inkant Sport’’ yang di bagian depannya bergambar mobil VW kodok berisi tulisan ‘’Volks Wagen”.

Baca juga :  Pengedar Ganja Digerebek di Kos, Bandarnya Diduga Napi di Lapas Kerobokan

Jasad bayi itu lantas dibawa menuju RSUP Prof.Ngoerah, Sanglah, Denpasar, untuk diotopsi. Polisi masih menyelidiki siapa gerangan yang tega membuang darah dagingnya tersebut.

Sebelumnya pada 14 Maret 2022 siang ditemukan jasad orok di bawah jembatan Tukad Mati di Jalan Mahendradatta, Denbar. Polisi menduga jasad orok berjenis kelamin perempuan itu dibuang di hulu sungai sehingga hanyut ke lokasi penemuan. Berikutnya pada 27 Maret kembali ditemukan jenazah orok berjenis kelamin laki-laki di selokan di Jalan Suradipa, Banjar Pulugambang, Peguyangan, Denpasar Utara (Denut). Bayi yang diperkirakan baru dilahirkan itu ditemukan di dalam tas belanja.

Warga yang tinggal di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sidakarya, Denpasar Selatan (Densel), digemparkan dengan penemuan jasad orok pada 28 Juni sekitar pukul 18.00. Orok malang tersebut dibuang di selokan dalam kondisi membusuk dan dikerubuti belatung. Lagi-lagi jenazah orok ditemukan mengambang di aliran Tukad Badung di Jalan Imam Bonjol, Banjar Batang Nyuh, Denbar, pada 7 Juli sekitar pukul 09.00. Polisi menduga, jenazah bayi laki-laki itu dibuang di hulu sungai kemudian dibawa arus hingga nyangkut di lokasi penemuan. Pada 19 September jasad bayi laki ditemukan hanyut di Tukad Badung, tepatnya di Jalan Gunung Kerinci, Monang-maning, Denpasar Barat (Denbar). Orok malang itu diduga hasil aborsi, kemudian dibuang ke sungai oleh orangtuanya. Sesosok jasad orok berjenis kelamin laki-laki juga di areal parkir UPTD Puskesmas di Banjar Semaon, Desa Puhu, Payangan, Gianyar, pada 4 Oktober sekitar pukul 07.20. Penemuan itu sempat menggegerkan warga setempat. Mayat bayi laki-laki tersebut kemudian dititip RS Payangan untuk langkah lebih lanjut. (yan)

Baca juga :  Pemilik Kafe Sakura Diberi Peringatan Keras, Ini Penyebabnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini