IRT Dapat Bantuan Mesin Jahit dari Kemensos

mesin jahit
MESIN JAHIT - Ni Wayan Darti (35), warga Banjar Kapit, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, menerima bantuan mesin jahit dari Kemensos, Senin (19/11/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Kabupaten Klungkung menjadi tuan rumah peringatan Hari Kesetiawanan Sosial Nasional (HKSN) dan Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada tahun 2022. Dalam peringatan ini, ada 29 warga Klungkung yang menerima bantuan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) dan Pahlawan Ekonomi Nasional (PENA) dari Kementrian Sosial. Salah satunya seorang janda, Ni Wayan Darti (35).

Ditemui di rumahnya di Banjar Kapit, Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan, Senin (19/11/2022), ibu rumah tangga (IRT) ini terlihat sibuk menjahit di teras rumahnya. Mesin jahit yang digunakan merupakan bantuan Kementerian Sosial. Ia mengaku sangat terbantu dengan bantuan mesin jahit listrik tersebut. Apalagi pekerjaannya menjahit sekarang lebih cepat dari biasanya.

Baca juga :  Rutan Kelas II B Klungkung Datangkan Petugas Damkar

“Semoga bisa meningkatkan perekonomian untuk biaya anak sekolah. Apalagi mesin sebelumnya yang saya beli bekas orang, hanya mampu menjahit 25 kemeja per hari karena mesinnya agak lambat dan hidupnya lama,” ungkap Darti.

Ditinggal suami untuk selamanya, tak lekas membuat Darti melepas tanggung jawab merawat kedua putra dan ibu mertuanya yang sudah lansia. Darti menggantungkan nasib ke pengepul konveksi demi memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hasil dirinya dari menjahit hanya dihargai Rp 2.000 per kemeja.

Baca juga :  TPA Sente Kembali Terbakar

“Maksimal dalam sehari saya hanya mendapatkan upah Rp 50.000. Dan upah yang saya dapat ini mau tak mau harus dicukupkan untuk sekolah anak dan membeli kebutuhan pokok,” katanya.

Untuk diketahui, mesin jahit listrik yang diterima Darti merupakan bantuan PENA dari Kementrian Sosial. PENA merupakan kebijakan Menteri Sosial, Tri Rismaharini untuk membantu meningkatkan pemilik usaha kecil. Dengan bantuan ini diharapkan mereka dapat meningkatkan kapasitas usahanya. Selain mesin, Darti juga mendapat biaya tambah daya, kursi mesin jahit, set peralatan menjahit dan benang jahit 1 rol.

Darti juga tercatat sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako/BPNT. Untuk RST, Kementerian Sosial juga memberikan bantuan kepada Darti Rp 20 juta. Bahkan saat ini rumah Darti sedang dalam pengerjaan. Kelak, ia tak lagi terkena tampias saat hujan dan lebih nyaman menjahit.

Baca juga :  Petani Rumput Laut Sari Segara Berharap BPD Bali Bantu Permodalan

Berbagai bantuan tersebut juga menambah semangat Darti untuk menjalani kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
“Saya ingin belajar motong kain sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pengepul. Semoga dengan bantuan ini, produksi jahitan makin banyak dan modal untuk membuka usaha konveksi sendiri cepat terkumpul,” harapnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini