Digitalisasi Pemda Terbaik, Bali Sabet Tiga Piala TP2DD

koster1
RAYAKAN KEBERHASILAN - Gubernur Bali Wayan Koster beserta Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Pj.Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, dan Dirut BPD Bali Nyoman Sudharma merayakan keberhasilan Bali dalam ajang Championship TP2DD di Jaya Sabha, Senin (19/12/2022). (DenPost.id/ist)

Denpasar, DenPost.id

Bali berhasil menyabet tiga penghargaan sekaligus dalam ajang perdana Championship Digitalisasi Daerah 2022 yaitu juara 1 Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) provinsi terbaik regional Jawa – Bali dan juara 1 TP2DD kabupaten terbaik regional Jawa – Bali, serta BPD Bali sebagai Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) terbaik secara nasional. Sebagai apresiasi atas prestasi tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster beserta Wagub Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), Pj.Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho, dan Direktur Utama (Dirut) BPD Bali Nyoman Sudharma berkumpul bersama untuk merayakan keberhasilan Bali dalam ajang Championship TP2DD tersebut di Jaya Sabha, Senin (19/12/2022).

TP2DD dibentuk sejak awal tahun 2021 di Provinsi Bali dan sembilan kota/kabupaten di Bali. Pemprov Bali sangat concern terhadap digitalisasi karena yakin bahwa digitalisasi akan mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan pemerintah daerah (pemda) sehingga Bali dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan BPD Bali, tingkat digitalisasi di Pulau Dewata dan seluruh kota/kabupaten berhasil mendapat predikat dengan status digital.

Baca juga :  PKK Kota Denpasar Gelar Uji Cepat Gratis bagi Perempuan

Predikat status digital tersebut didapat pemda di Bali karena penerimaan pajak daerah telah 100% diterima melalui kanal nontunai, sedangkan penerimaan retribusi daerah sudah 66% diterima melalui kanal nontunai, dan sisa 34% diterima secara tunai per Juni 2022. Capaian tersebut didukung program unggulan TP2DD Provinsi Bali yaitu Virtual Account Samsat (VAST) yang fokus pada layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor, sehingga masyarakat Bali dapat membayar pajak kendaraan bermotor secara nontunai, cepat, dan mudah. Selain itu, digitalisasi pembayaran retribusi berbasis QRIS diterapkan di banyak sektor yaitu retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pemakaian kekayaan daerah, retribusi tempat penginapan, retribusi tempat rekreasi dan olahraga, retribusi penjualan produksi usaha daerah, dan retribusi izin usaha perikanan.

Pencapaian tersebut sejalan dengan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran ritel berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang sangat cepat diadopsi oleh masyarakat Bali. Dari sisi supply, jumlah merchant yang menyediakan opsi pembayaran QRIS di Bali pada Oktober 2022 tercatat 544.809 merchant atau tumbuh 38% (ytd). Sedangkan dari sisi demand, jumlah penduduk Bali yang aktif sebagai pengguna QRIS tercatat sebanyak 609.343 user atau tumbuh 197% (ytd). Hal tersebut juga menjadikan Provinsi Bali masuk dalam 10 besar pengguna ORIS terbanyak, sekaligus menjadi provinsi dengan implementasi ORIS terbaik wilayah Jawa – Bali pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022.

Baca juga :  Menipu, Pecatan Polisi Kembali Ditangkap

“Digitalisasi memiliki peranan kunci untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali. Sejalan dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, Pemprov Bali melalui TP2DD selalu berupaya mengakselerasi transformasi digital. ‘’Digitalisasi terbukti mampu meningkatkan penerimaan asli daerah (PAD) Bali yang akan memberikan manfaat bagi roda perekonomian di Pulau Dewata. Untuk ke  depan, digitalisasi di Bali harus lebih digencarkan dan diperluas di seluruh sektor” tutur Gubernur Koster. (dwa)

Baca juga :  Pasien Positif Corona Muncul di Dentim dan Densel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini