Buntut Ambruknya Jembatan Pelabuhan Br.Nyuh, Polres Klungkung Periksa Tiga Saksi

garis
PASANG GARIS POLISI - Personel Polres Klungkung saat memasang garis polisi di jembatan penghubung pelabuhan Br. Nyuh, Nusa Penida, Jumat (16/12/2022). Kini garis polisi itu dilepas karena ada kegiatan masyarakat. (DenPostid/dok)

Klungkung, DenPost.id

Polres Klungkung terus mendalami kasus ambruknya jembatan penghubung antara dermaga dan ponton atau movable bridge (MB) di pelabuhan Br. Nyuh, Nusa Penida, Klungkung, Kamis (15/12/2022) sore. Selain melakukan olah TKP di lokasi kejadian, tim Polres Klungkung memeriksa tiga saksi.

Kasat Reskrim Polres Klungkung Iptu Arung Wiratama saat dimintai konfirmasi, Senin (19/12/2022), tidak menampik hal tersebut. Menurut dia, seizin Kapolres Klungkung, ketiga saksi yang diperiksa masing-masing dari pihak otoritas pelabuhan dan orang yang ada di lokasi saat kejadian. “Sampai hari ini (Senin kemarin), tiga saksi yang kami mintai keterangan. Ada yang diperiksa di tempat kejadian dan satu lagi diperiksa di Polres Klungkung,” ungkap Iptu Arung.

Baca juga :  Berzina di Dalam Mobil, Dua Oknum PNS Karangasem Jadi Tersangka

Namun sejauh ini, dia belum mau mengungkap hasil penyelidikan yang dilakukan polisi terkait musibah tersebut, apakah ada unsur kelalaian atau lainnya seperti kesalahan infrastruktur. Tapi dia memberi sinyal akan memproses kasus tersebut  dengan UU Pelayaran terkait kepelabuhan, keselamatan, dan keamanan. “Kami belum simpulkan ada pidana atau kelalaian. Kami menduganya di UU Pelayaran,” tegasnya.

Ditanya lokasi kejadian, apakah dipasangi garis polisi? Iptu Arung mengatakan bahwa pihaknya sudah melepas garis polisi tersebut. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan adanya kegiatan masyarakat di pelabuhan Br. Nyuh, Nusa Penida. Di samping itu mulai ada perbaikan terhadap jembatan penghubung yang ambruk tersebut.

Baca juga :  Maling Kucit Dibekuk Warga

“Di TKP sudah kami lakukan pengamatan, sehingga garis polisinya kami lepas. Hal ini pun terkait pengawasan Polda dan pihak Kejati Bali yang juga sudah turun,” tambahnya.

Untuk diketahui, ambruknya movable bridge di pelabuhan Banjar Nyuh, Kecamatan Nusa Penida pada Kamis (15/12) lalu sekitar pukul 16.45 diduga akibat jembatan kelebihan muatan. Jembatan itu tidak kuat menahan beban. Ada 35 penumpang yang hendak berangkat menuju Pelabuhan Sanur, Denpasar, akhirnya tercebur ke laut setelah MB ambruk. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Setelah dievakuasi, semua penumpang langsung diberangkatkan menuju Pelabuhan Sanur, Denpasar. Kejadian ini pun mendapat perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Setelah turun melakukan pengecekan, Sabtu (17/12), Bupati asal Ceningan ini minta agar jembatan penghubung tersebut diselesaikan sebelum 25 Desember 2022. Hal itu karena  wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida diprediksi membeludak saat libur Nataru.

Baca juga :  Hukuman Jerinx Diringankan Hakim PT Denpasar

Di samping itu, Suwirta meminta agar bentang jembatan dibuat lebih kuat dan kokoh. Setelah mengecek langsung di lokasi, dia melihat kondisi jembatan saat ini terlalu panjang dan tidak kuat menahan beban berat. “Jika kita lalui berlima saja menuju ponton, jembatan itu sudah melengkung. Apalagi tiga puluh lima orang dan dalam posisi diam pasti bisa roboh,” tandas Suwirta saat itu. (wia)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini