Difabel Harapkan Haknya Tak Dipasung

picsart 22 12 20 11 47 41 662
BANTUAN DIFABEL - Plt. Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos, Nursyamsu, didampingi Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, saat menyambangi bantuan yang diberikan pada kaum difabel di Bangli.

Bangli, DENPOST.id

Ratusan penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli, menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Pemberian bantuan diserahkan secara simbolis serangkaian peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang disinergikan dengan Hari Kesetiakawanan Sosial Indonesia (HKSN), Selasa (20/12) di Alun-alun Kota Bangli.
Dalam kesempatan tersebut, para kaum difabel mengharapkan pada pemerintah agar haknya tak “dipasung”.

Karenanya, peringatan HDI tahun ini, mengusung tema “Indonesia Melangkah, Indonesia Mendengar, Indonesia Melihat dan Bebas Pasung”. “Bukan seberapa jauh lokasi mereka (kaum difabel) berada. Namun, bagaimana sikap kita untuk mengakui keberadaan mereka, merangkul dan mengayomi,” kata Plt. Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos, Nursyamsu.

Baca juga :  Gabungan Komisi Soroti Pendistribusian Gaji PTT

Pihaknya menekankan penyandang disabilitas di Indonesia, memiliki hak menerima semua bantuan. “Jadi, kalau ada teman-teman difabel ini marah atau protes tidak dapat bantuan, itu wajar. Karena itu memang haknya,” jelasnya.

Diuraikan dia, sebanyak 478 kaum difabel menerima bantuan tahun ini, di antaranya berupa bantuan sepeda motor roda tiga, alat bantu disabilitas, rehab rumah, perlengkapan sekolah, biaya pendidikan, serta bantuan kewirausahaan. Dengan total bantuan yang digelontorkan di Bangli, mencapai Rp3.566.794.655. “Kedua peringatan ini disinergikan. Sebab, sesuai yang disampaikan Ibu Menteri, kita tidak bisa fokus satu hal saja. Hal ini diharapkan dapat mewujudkan masyarakat inklusi dan membuka kesempatan yang seluas-luasnya, serta menghilangkan hambatan bagi penyandang disabilitas agar berperan dan berkontribusi aktif di tengah masyarakat lndonesia, maupun Internasional,” ucapnya.

Baca juga :  Imigrasi Tolak WNA Riwayat Perjalanan India

Sementara Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta menegaskan selain dari APBN, alokasi anggaran untuk bantuan kaum difabel juga ada dari APBD. Seperti 2 persen dari DAU, termasuk pemberian BLT.

I Ketut Santosa asal Banjar Kawan, Bangli, berharap bentuk perhatian seperti ini bisa terus tersalurkan dari pemerintah, baik pusat maupun daerah. Pihaknya juga menekankan ada kesetaraan dengan masyarakat sipil lainnya terhadap kaum difabel terutama di pemerintahan. (128)

Baca juga :  Suka Duka Petugas BPBD Bangli, Diumpat Warga Hingga Kuburkan Jenazah Didampingi "Kera Jadi-jadian"

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini