Sekelompok Warga Mengening Resah Gara-gara Akses Jalan Diklaim Investor

resah
TUNJUK LOKASI - Sekelompok warga Banjar Mengening, Desa Adat Mengening, Desa Cemagi, Mengwi, Badung, menunjuk lokasi lahan yang mengatasnamakan milik investor. Sebanyak 19 KK di sana resah karena ada klaim jalan dari pihak lain yang selama ini mereka lalui. (DenPost.id/wiadnyana)

Mengwi, DenPost.id

Sekelompok warga Banjar Mengening, Desa Adat Mengening, Cemagi, Mengwi, Badung, resah lantaran ada orang mengaku investor mengklaim jalan yang dilalui 19 kepala keluarga (KK). Kondisi yang mereka hadapi ini membuat warga mengancam bakal menempuh jalur hukum jika tidak ada jalan keluarnya.

Salah seorang perwakilan warga, Made Kardiana, Selasa (20/12/2022), mengungkapkan permasalahan ini berawal dari sikap sejumlah orang yang mengaku sebagai perwakilan investor mengklaim akses jalan masuk ke rumah warga. “Jalan tersebut sebelumnya gang yang dibuat oleh leluhur kami dengan tanah sendiri. Tiba-tiba di sana dibanguni jembatan oleh seorang warga sekitarnya lima bulan lalu. Pascadibangun jembatan, datanglan sekelompok perwakilan investor yang mengklaim jalan itu merupakan jalan umum. Mereka mengaku berhak menggunakan jalan itu untuk membuka kawasan baru sebagai perluasan pengembangan atau pengaplingan tanah di lahan persawahan,” tegas Kardiana, didampingi penasihat hukum sekelompok warga, I Ketut Alit Priana Nusantara.

Baca juga :  Kembali Mangkir, Dua Pemilik Usaha akan Dijemput Paksa

Mengenai pengklaiman akses jalan menuju rumah warga, pada 15 Agustus 2022 sebanyak 19 KK menggelar rapat. Untuk mencegah peruntukan jalan yang tak sesuai dengan fungsinya, warga sekitar secara bersama-sama berinisiatif membuat pembatas jalan. “Kekhwatiran kami, jangan sampai akses jalan telanjur digunakan, sedangkan warga mendapat dampak buruk dari pengunaan jalan yang tidak sesuai dengan fungsi dan spesifikasinya ini. Bila hal tersebut terjadi justru akan menimbulkan permasalahan yang lebih kompleks,” tambah Kardiana.

Dia juga mengungkapkan untuk mencari jalan keluar permasalahan tersebut, ke-19 KK telah menyampaikan persoalan mereka dengan investor. Namun, menurut Kardiana, hingga kini warga belum juga menemukan solusinya. “Kami tidak ingin ada benturan dengan pihak lain. Kami menyerahkan dan menyelesaikan persoalan ini berdasarkan hukum yang berlaku,” tandas Kardiana.

Baca juga :  Cegah Kasus Positif Bertambah, Camat Kutsel akan Kumpulkan Ketua Perumahan

Sejauh ini, orang yang mengaku sebagai investor belum berhasil dihubungi untuk dimintai konfirmasi mengenai persoalan jalan tersebut. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini