Menerobos dan Masuk Vila Secara Paksa, Lima Warga Moldova Dideportasi

picsart 22 12 21 12 05 10 028
DIDEPORTASI - Meresahkan karena masuk paksa vila milik warga, lima WNA Moldova dideportasi Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

Mangupura, DENPOST.id

Lima wisatawan asing asal Moldova dideportasi oleh petugas Imigrasi Denpasar. Mereka, DD (44), EE (36), EE (32), beserta anak-anaknya DM (10) dan AE (6) menerobos dan memaksa masuk ke vila warga di Desa Pererenan, Mengwi, Badung.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Anggiat Napitupulu, mengatakan, kelima warga negara asing itu telah melanggar Pasal 75 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. “Imigrasi melakukan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian kepada WNA tersebut, pada Selasa (20/12/2022) sore,” ucapnya, Rabu (21/12/2022).

Menurut Napitupulu, kelima WNA tersebut awalnya dilaporkan karena ulahnya meresahkan warga. Mereka menerobos dan memaksa masuk vila, pada Maret 2022 lalu. Menurut pemilik vila, vilanya saat itu sudah dua tahun tidak beroperasi akibat Covid-19. “Para WNA itu masuk dengan cara merusak pintu vila. Kemudian pemilik vila bersama aparat desa mendatangi WNA itu, dan mereka menyebut jika villa tersebut adalah miliknya yang diberikan Tuhan,” ujarnya.

Pemilik vila dan pihak Perbekel Desa Pererenan lantas melapor ke kepolisian serta Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar untuk dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka pun dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar pada 28 Maret 2022 untuk dilakukan tindakan lanjutan sesuai ketentuan keimigrasian. “Karena pendeportasian belum dapat dilakukan saat itu, akibat terkendala tiket dan paspor para WNA itu rusak dan hilang, selanjutnya Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar menyerahkan mereka ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, 29 Maret 2022,” ucap Napitupulu.

Baca juga :  Bale Piasan Pura Paibon Arya Wang Bang Pinatih Terbakar

Sementara Kepala Rudenim Denpasar, Babay Baenullah, mengatakan, awalnya para WNA itu kurang kooperatif dengan petugas dan tidak mau dipulangkan. “Setelah hampir lebih sembilan bulan di amankan di Rumah Detensi, dan rutin dilakukan konseling dan melakukan pendekatan persuasif, mereka mau dipulangkan ke negara asalnya,” imbuhnya.

Para WNA tersebut dipulangkan ke negaranya di Moldova dengan menggunakan maskapai Turkish Airlines dari Bandara Internasional Ngurah Rai dengan nomor penerbangan TK67 pada pukul 21.05. Selain dideportasi, khusus ketiga WNA dewasa tersebut juga dijatuhi Tindakan Administratif Keimigrasian berupa penangkalan dengan dimasukkan dalam daftar penangkalan ke Direktorat Jenderal Imigrasi. “Setelah kami melaporkan pendeportasian, keputusan penangkalan lebih lanjut akan diputuskan Direktorat Jenderal Imigrasi dengan melihat dan mempertimbangkan seluruh kasusnya,” tandasnya. (124)

Baca juga :  PKM Diperpanjang Hingga 21 Juni

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini