Rugi Rp 11 Miliar, PDAM Klungkung Naikkan Tarif

picsart 22 12 21 15 22 54 396
TARIF NAIK - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, bersama Dirut Perumda Panca Mahottama, Nyoman Renin Suyasa, melakukan sosialisasi kenaikan tarif air minum, Rabu (21/12/2022).

Semarapura, DENPOST.id

Menjelang akhir tahun 2022, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Panca Mahottama Kabupaten Klungkung mengumumkan melakukan kenaikan tarif air minum. Kenaikan tarif dasar air minum dari Rp 1.400 M3 menjadi Rp 3.000 M3 ini mulai diberlakukan terhitung rekening bulan Januari 2023 yang akan ditagih pada bulan Februari 2023.

Sosialisasi kenaikan tarif air minum ini dilakukan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta bersama Dirut Panca Mahottama, Nyoman Renin Suyasa dan Dewan Pengawas, AA Lesmana di The Monkey Bar, Bella Kita, Desa Besan, Kecamatan Dawan, Rabu (21/12/2022).

Baca juga :  Percepat Pemulihan Ekonomi, Himbara Berkomitmen Jadi Mitra Pemerintah

Suwirta dalam sosialisasi mengakui kenaikan tarif air minum ini sangat sensitif sekali. Apalagi jika dibawa ke ranah politik. Namun melihat kondisi Perumda yang terus merugi setiap tahun maka perlu adanya kenaikan tarif. Apalagi saat ini masih ada 30 persen masyarakat Klungkung yang belum bisa menikmati air minum.

“Penyelamatan perusahaan daerah ini perlu dilakukan karena mengalami kerugian setiap tahun. Jangan sampai menggali kuburan untuk diri sendiri karena rugi semakin besar,” ungkap Suwirta.

Baca juga :  Dua Pegawai PDAM Ditetapkan Jadi Tersangka

Sementara Dirut Perumda Panca Mahottama Klungkung, Nyoman Renin Suyasa mengatakan, kenaikan tarif air minum ini dilakukan karena Perumda sudah sejak tahun 2009 atau 13 tahun lalu tidak melakukan penyesuaian tarif. Belum lagi kerugian terus semakin besar yakni sekarang mencapai Rp 11 miliar.

“Alasan kami melakukan penyesuaian tarif ini karena adanya kenaikan biaya operasional dan pemeliharaan. Termasuk juga karena kenaikan biaya listrik dan keterbatasan dana perusahaan dalam rangka investasi pengembangan kapasitas produksi serta perluasan jaringan pipa guna peningkatan cakupan pelayanan,” ujar Renin.

Baca juga :  Polres Klungkung Terjun ke Desa-desa, Vaksinasi ODGJ dan Penyandang Disabilitas

Sementara untuk kenaikan tarif air minum di Klungkung dibagi menjadi tiga kelompok pelanggan. Pertama kelompok tarif rendah. Kedua kelompok tarif dasar dan ketiga kelompok tarif penuh.

“Dengan penyesuaian tarif ini maka pengeluaran rumah tangga untuk pemenuhan standar kebutuhan pokok air minum adalah sebesar Rp 45 ribu yang terdiri dari biaya tetap beban Rp 15 ribu dan biaya pemakaian air (10 m3) sebesar Rp 30 ribu sehingga masih jauh di bawah standar asas keterjangkauan,” tandas Renin (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini