Bupati Tabanan Ajak Petani Milenial Tetap Tekuni Sektor Pertanian

jaya
PAPARKAN PERTANIAN - Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya memaparkan upaya menggalakkan program kembali ke alam karena Tabanan mempunyai sektor pertanian yang subur. (DenPost.id/ist)

Pandemi covid-19 memberi pelajaran sangat berharga bagi umat manusia dunia, termasuk warga di Tabanan. Sempat terganggu beraktivitas akibat dilakukannya berbagai pembatasan (PPKM), Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya kini tergerak untuk menjaga pertanian dan perikanan di kabupatan yang dikenal dengan julukan lumbung beras ini.

DITEMUI di rumah dinasnya di Tabanan, Selasa (20/12/2022) sore, Sanjaya bertekad meningkatkan taraf hifup para petani setempat, karena peluang pertanian di masa mendatang terbuka lebar. Walau dunia diterpa bencana hebat seperti halnya pandemi covid-19, pertanian sejatinya tetap berdenyut mengikuti irama kehidupan. Sanjaya menjaga agar para petani dewasa ini betul-betul merasa diri sebagai petani, bukan sebagai pihak yang tertindas tengkulak.

Dia menambahkan bahwa kaum muda Tabanan selama ini banyak merantau untuk bekerja di sektor wisata. Sedangkan pandemi mengajarkan kita untuk introspeksi. Ketika generasi muda pulang kampung, ternyata banyak lahan subur yang tak tergarap maksimal, bahkan sampai terbengkelai. Saat itulah muncul petani-petani milenial dengan teknologi modern berupa dunia digital. Semuanya bisa selesai, bukan hanya karena kita punya usaha, toko, pabrik atau gudang, tapi hanya berbekal HP dan laptop. Generasi milenial ini dengan mudah beraktivitas, termasuk memperkenalkan hasil produksi pertanian dan peternakan mereka ke seluruh dunia.

Baca juga :  Pria Paruh Baya Tewas Terperosok di Jurang

Sanjaya mengapresiasi anak-anak muda Tabanan yang bangkit jadi petani milenial, apalagi kalau bicara beras yang kini over supply, bahkan sampai G to G. Termasuk kota/kabupaten lain membeli beras Tabanan sebagai lumbung berasnya Pulau Bali.

Saat Bali dilanda inflasi, Tabanan ternyata sebagai daerah produsen yang mensuplai padi, beras, lombok serta komuditas pertanian lain, ke kabupaten/kota. ‘’Astungkara, kami di Tabanan diberi berkah alam yang luar biasa. Tinggal sekarang, kami mengatur distribusi hingga pemasaran. Ini menjadi tugas kami di Pemkab Tabanan,’’ tegas Bupati asal Desa Dauhpala, ini.

Dia juga gembira saat meluncurkan pabrik coklat, Cocoa Land Bali, di Baturiti, yang mampu memproduksi, mengolah, hingga memasarkan produk. Bahkan produksinya hingga diekspor ke Australia. Pabriknya dibangun di Tabanan oleh Kadek Surya. Untuk ke depan, bukan hanya coklat yang bernilai ekspor, namun juga ada manggis yang diekspor ke Tiongkok. ‘’Kami sekarang bukan hanya bicara kuantitas, tapi juga kualitas ekspor,’’ tambah Sanjaya.

Baca juga :  Tiga Kali Didatangi Pecalang, ‘’Aussie’’ Tewas Telentang di Sofa 

Dia mendapat informasi bahwa salah satu produk impor pertanian kita di Indonesia adalah pertanian organik. Tabanan adalah satu-satunya punya produk coklat yang halal dan organik. Hal ini sangat membahagiakan Bupati, karena hasil-hasil pertanian mampu merambah berbagai negara dunia.

Masih bicara coklat, Sanjaya menyebut bahwa kulitasnya masih kalah dengan coklat produksi Belgia. Walau demikian, petani Tabanan tetap berbangga jika produk coklat dalam negeri ini diminati negara lain, khususnya Australia. Dia terus mendorong berbagai pihak untuk mengatur regulasi dari bawah, terutama sentra UMKM, agar tetap hidup dan berkembang pesat. Para petani diajak bergabung yang diorganisir oleh perusahaan desa (bumdes) hingga perusda. Kolaborasi ini sangat diharapkan sebagai sistem perekomomian pertanian modern agar mampu bersaing dengan negara lain.

Tak hanya coklat, manggis, dan kopi, namun semua produk pertanian Tabanan kian merambah dunia sehingga para petani milenial semakin betah menekuni profesinya. Bicara mengenai pertanian organik, Sanjaya mengatakan bahwa saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster untuk membuka Festival Jatiluwih, disebutkan bahwa Bali sudah punya Perda No.8 Tahun 2019 mengenai Bali menuju pertanian organik. Juga ada Pergub Bali khususnya yang secara spesifik bicara tentang pertanian organik. ‘’Kami menyambut baik arahan Bapak Gubernur khususnya mengenai pertanian organik ini. Kita kan perlu hidup sehat. Nah untuk hidup sehat itulah kita harus menerapkan sistem organik,’’ tegasnya.

Baca juga :  Lawan Corona, Anggota Polsek Marga “Menantang” Matahari

Sanjaya juga mengajak warga agar belajar dari para tetua kita terdahulu yang hidup sehat, terhindar dari zat-zat kimia. Mereka bukan hanya makan dan minum secara organik, namun gaya hidup (budaya)-nya juga organik. ‘’Kenapa leluhur kita dulu hidupnya bahagia, sehat, umur panjang dan indeks kebahagiaannya luar biasa? Hal itu karena budaya mereka organik, makan-minum organik. Sedangkan kita sekarang serba instan dan zat kimia, sehingga muncul berbagai penyakit di dalam tubuh,’’ tegasnya. (yad)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini