Distan Badung Amankan Stok Daging Jelang Galungan   

picsart 22 12 22 09 36 35 731
PETERNAK BABI - Salah satu peternak babi di Banjar Pikah, Desa Blahkiuh saat membersihkan kendang babinya.

Mangupura, DENPOST.id

Beberapa minggu lagi ada sejumlah hari raya besar di Bali, mulai dari hari raya natal, tahun baru hingga hari raya Galungan dan Kuningan. Masyarakat yang membutuhkan daging babi pastinya akan meningkat. Hal ini juga telah diantisipasi oleh pemerintah agar stok daging babi untuk hari raya aman serta tidak terjadi peningkatan harga secara signifikan karena permintaan pasar saat itu cukup tinggi.

Dari informasi yang dihimpun DENPOST.id, Kamis (22/12/2022), kebutuhan daging babi jelang hari raya Galungan dan Kuningan dipastikan terpenuhi. Pasalnya stok babi di Bali sangat melimpah. Dari prediksi Gabungan Usaha Peternakan Babi Indonesia (GUPBI) Bali, jumlah babi yang sudah siap potong kini sudah banyak, meski peternak masih banyak yang menjual babinya ke luar Bali.

Baca juga :  Wabup Suiasa Bagikan 703 Face Shield di Pasar Sempidi

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana, mengatakan, untuk stok daging babi di Kabupaten Badung, sudah aman. Pihaknya  juga memastikan jumlah babi sudah lebih dari kebutuhan saat hari raya. “Untuk di Badung, kebutuhan babi pasti terpenuhi, meski dihitung sampai hari raya Kuningan. Berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, jumlah babi di Kabupaten Badung saat ini mencapai 24.082 ekor. Namun yang sudah siap dipotong mencapai 6.200 ekor,” paparnya.

Sementara Ketua GUPBI Bali, Ketut Hary Suyasa, mengatakan, melimpahnya babi saat hari raya Galungan karena saat ini peternak sudah melakukan restocking. Dia berasumsi,  jumlah babi yang akan dipotong saat ini meningkat dari hari raya sebelumnya. “Kalau melihat perekonomian saat ini pasti babi yang dipotong lebih banyak dari pada momen hari raya sebelumnya. Namun berapa jumlahnya saya belum berani memastikan,” ungkapnya.

Baca juga :  Kasus Covid-19 di Kutsel Menurun

Pria asal Abiansemal Badung itu mengakui momen atau pada hari raya Galungan sangat ditunggu-tunggu oleh para peternak. Pasalnya saat Galungan banyak babi yang dijual untuk dipotong.
Kendati demikian, Suyasa mengaku untuk harga Babi hidup saat ini masih di angka Rp 42 ribu sampai Rp 43 ribu/kg. Namun pihaknya memastikan harga tersebut masih dijangkau oleh masyarakat. “Saya menginginkan harga daging babi tidak lebih dari Rp 45 ribu/kg. Harga ini pun sudah terjangkau,” ucapnya.

Baca juga :  Petugas BRI Penyalur Bansos Tak Putus Asa Salurkan Bantuan ke Daerah Terpencil

Sayangnya Suyasa tidak menjelaskan berapa stok babi di Bali. Ia mengatakan, semua data dan yang berwenang membeberkan data adalah Dinas Pertanian dan Pangan. Untuk babi yang akan dipotong saat hari raya Galungan pihaknya memprediksi tidak lebih dari 100 ribu ekor. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini