Jelang Nataru, Polda Terapkan Pengamanan Berlapis di Pintu Masuk Bali

polda
APEL - Polda Bali melakukan apel gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2022 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/12/2022). (DenPost.id/wiadnyana)

Renon, DenPost

Polda Bali menerapkan sistem pengamanan berlapis di pintu-pintu masuk, khususnya di Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan kamtibmas terutama aksi teror selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Seluruh pintu masuk Bali, termasuk terminal, menjadi atensi dengan memberlakukan sistem pengamanan berlapis. Pemeriksaan kendaraan dilakukan selektif sesuai SOP yang berjalan,” tegas Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Agung 2022 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, Kamis (22/12/2022).

Baca juga :  Minggu, 77 Orang Positif Covid-19 di Denpasar

Operasi Lilin Agung ini mengerahkan 3.425 personel gabungan yang terdiri atas 1.891 anggota Polri dan 1.534 petugas dari 20 instansi di antaranya TNI, Dishub, BPBD, Basarnas, Linmas, serta stakeholder lain. “Kami mengamankan 480 titik kegiatan, baik di gereja maupun tempat lainnya, dengan mendirikan 23 pos pengamanan, 13 pos pelayanan, dan lima pos terpadu yang tersebar di sembilan kabupaten/kota,” ungkap Putu Jayan.

Peningkatan patroli juga dilakukan sebagai antisipasi terhadap kasus kriminal, termasuk aksi teror. “Kami terus berkoordinasi dengan Satgas Densus 88 Antiteror wilayah Bali, BIN, serta unsur intelijen lainnya. Tentunya kami berharap tidak sampai terjadi (aksi teroris,” tegasnya.

Baca juga :  Afgan dan Tiga Musisi Bakal Tampil di Bali

Selain gangguan kamtibmas, kepadatan arus lalu lintas juga mendapat atensi petugas menyusul adanya peningkatan kunjungan wisatawan dibanding tahun sebelumnya. “Kami instruksikan anggota agar mengurai titik-titik kemacetan dan memberlakukan rekayasa arus lalu lintas. Kesiapsiagaan sangat dibutuhkan demi menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sesuai instruksi presiden,” ungkap Putu Jayan.

Mengenai kegiatan mengudang banyak orang saat perayaan malam tahun baru, Kapolda menegaskan harus mengantongi izin untuk dilakukan assesment terutama masalah keamanan dan keselamatan. “Saat ini ada 33 lokasi kegiatan malam tahun baru yang melapor,” tegas Kapolda.

Baca juga :  Omzet Anjlok, Perajin Bokor Binaan BPD Bali Pertahankan Kualitas

Apakah ada ketentuan kapasitas pengunjung acara? “Kami tidak saklek, tapi fleksibel. Kami tidak ingin ada kegiatan yang mengundang banyak orang yang mengakibatkan korban jiwa,” tandasnya. (yan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini