Kelompok Nelayan Budidaya Bandeng Sulit Dapat Pupuk ZA dan Urea

picsart 22 12 23 15 19 50 263
KELUHAN - Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, saat melaksanakan “Jumat Curhat”, Jumat (23/12/2022) di Pesisir Pantai Banjar Dinas Yeh Biu Kelod, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.

Singaraja, DENPOST.id

Kapolres Buleleng, AKBP I Made Dhanuardana, menerima keluhan kelompok nelayan budidaya bandeng saat melaksanakan “Jumat Curhat”, Jumat (23/12/2022) di Pesisir Pantai Banjar Dinas Yeh Biu Kelod, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Para nelayan mengaku kesulitan mendapatkan pupuk ZA (Zwavelzure Amonium) dan pupuk urea. Kalaupun ada, harganya dianggap mahal (tinggi).

“Sudah harga mahal, sulit lagi untuk mendapatkannya,” ucap salah seorang nelayan, Jainul.
Tidak itu saja yang dikeluhkan masyarakat pesisir pantai di Banjar Dinas Yeh Biu Kelod. Mereka mengeluhkan adanya salah satu tambak udang di daerah Tegal Sari yang melakukan pembuangan air tambak sembarangan ke laut. “Limbahnya sangat bau, seharusnya limbah yang dibuang bmdifilter dahulu sehingga tidak bau,” imbuhnya.

Baca juga :  BRI Raih Penghargaan Tertinggi Asia Sustainability Report Rating 2021

Nelayan lain, Nasarudin, juga menyampaikan keluhan adanya dugaan nelayan yang menggunakan pukat harimau untuk mencari ikan sehingga dapat merugikan nelayan-nelayan yang lain.

Menyikapi curhatan masyarakat, Kapolres Dhanuardana, mengatakan, ketersediaan pupuk ZA dan Urea yang sulit didapat, nanti akan dikordinasikan dan dikomunikan langsung dengan Pj. Bupati Buleleng.
Terhadap adanya pembuangan limbah yang bau dan disalurkan ke laut, Dhanuardana langsung menyampaikan agar Kapolsek Gerokgak, Kompol Ketut Suaka Purnawasa, segera menindaklanjuti dengan melakukan komunikasi yang baik terhadap pemilik tambak. “Dengan begitu, pembuangan limbah yang dialirkan tidak menimbulkan bau sehingga tidak mengganggu masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Baca juga :  Pemkab Buleleng Raih Anugerah Meritokrasi Tahun 2022

Untuk nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, diharapkan nelayan segera melaporkannya kepada Polres Buleleng. “Nanti satuan Polairud akan segera menindaklanjuti, di samping itu juga Sat Polairud akan melakukan patroli laut terhadap dugaan para nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau,” tegasnya.

Dhanuardana juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat pesisir yang sudah meluangkan waktunya untuk duduk bersama menyampaikan keluhan.
“Mari kita menjaga situasi ini untuk selalu kondusif dan aman, apalagi menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 agar disambut dengan suasana yang damai sehingga tidak timbul gangguan kamtibmas,” tandasnya. (118)

Baca juga :  Transformasi Struktur Liabilitas, Biaya Dana BRI Sentuh Titik Terendah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini