Sentra Tenun Diharapkan Bisa Lindungi Kain Tradisional Bali

picsart 22 12 23 16 53 53 742
SENTRA TENUN - Sentra Tenun Jembrana diharapkan menjadi tempat untuk pelestarian kain tenun tradisional Bali.

Negara, DENPOST.id

Sentra Tenun Jembrana sudah selesai dibangun dan diresmikan, Kamis (22/12/2022).
Sentra tenun ini dibangun untuk melindungi kain tenun tradisional Bali. Sentra tenun yang menampung hasil kerajinan tenun Jembrana ini menjadi satu-satunya pusat tenun di Bali yang juga menyediakan tempat untuk menenun kain khas Jembrana. Pusat tenun Jembrana yang dibangun dengan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perindustrian RI ini juga dijadikan pusat oleh-oleh hasil UMKM Jembrana.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, mengatakan,
sentra tenun merupakan jawaban dari produk tenun Jembrana yang masih sering terkendala pemasaran.
“Lokasi ini akan menampung seluruh hasil tenun perajin Jembrana. Selain itu juga diisi berbagai produk UMKM sehingga bisa menjadi pusat oleh-oleh,” kata Tamba.

Baca juga :  Seleksi Direktur Perumda, Pansel Diminta Bekerja Profesional 

Menurutnya, terwujudnya sentra tenun  merupakan impian dan salah satu bagian ekosistem terbentuknya tempat-tempat kunjungan wisata di Jembrana.
Soal destinasi wisata di Jembrana, ia mengakui masih biasa-biasa saja dan belum sesuai ekspektasi.

“Hari ini boleh saja masih slow, akan tetapi pada tahun 2026 di Jembrana ini akan menjadi pusat keramaian. Setiap tamu yang datang ke Jembrana wajib datang ke rumah tenun, sirkuit all in one, krematorium dan Jagatnata,” ujarnya.

Baca juga :  Hindari Pikap, Lalu Tabrak Pohon, Truk Terguling

Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Jembrana, I Komang Agus Adinata, mengatakan, Sentra Tenun Jembrana menjadi rumah produksi dan pusat marketing terpadu seluruh produk-produk yang dihasilkan masyarakat Jembrana.
Sesuai fungsinya, diharapkan mampu membangkitkan gairah para pelaku usaha mikro, utamanya para perajin tenun untuk mengembangkan usahanya dan terus naik kelas sehingga dapat mensejahterakan dirinya dan masyarakat pada umumnya.

“Kita sudah melatih 62 yang baru, yang umurnya 18-25 Tahun. Terus yang dipersifikasi produk tenun turunan ada 75. Pemasaran sesuai dengan surat pak Gubernur, terutama mewajibkan PNS menggunakan baju endek di hari Selasa dan  di hari Kamis untuk pakaian adat. Dari animo itu saja sudah bisa menyerap produk-produk hasil tenunan,” ungkapnya.

Baca juga :  Laba BUMN Meroket 869%, Dirut BRI: Berkat Kerja Fokus dan Tuntas

Adinata menjelaskan, ke depan setelah kedatangan wisatawan pihaknya akan mempersiapkan penenun lebih banyak lagi untuk peningkatan kapasitas produksi.
“Bupati telah menyiapkan dana talangan bagi tenun. Untuk UMKM lain akan kita satukan, akan kita bentuk koperasi untuk memudahkan mengendalikan dan manajemen seluruh produk-produknya,” tandasnya.
(120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini