Proyek Penataan Pantai Samigita Diperpanjang

picsart 22 12 25 18 03 41 743
TATA PANTAI - Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung, IB Surya Suamba, saat menjelaskan proyek penataan pantai.

Mangupura, DENPOST.id

Proyek penataan Pantai Seminyak, Legian dan Kuta (Samigita) mendapatkan perpanjangan waktu pengerjaan selama 42 hari kalender. Sejumlah kendala menyebabkan proyek bernilai Rp241 miliar lebih ini tidak bisa diselesaikan tepat waktu, di antaranya kondisi alam termasuk adanya unsur niskala.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, IB Surya Suamba mengungkapkan realisasi pekerjaan hingga 24 Desember 2022, mencapai 92,714% dan hingga akhir tahun diperkirakan sudah mencapai 95%. Proyek ini sesuai kontrak sejatinya harus sudah selesai per 26 Desember 2022, akan tetapi karena berbagai faktor tidak dapat terpenuhi.

Baca juga :  Satgas Covid-19 Badung Siagakan Call Center dan Teleconference

Setelah melalui kajian teknis dan dasar hukum, akhirnya dilakukan addendum kontrak dengan memberikan tambahan waktu pelaksanaan selama 42 hari. “Beberapa hal yang melatarbelakangi perpanjangan waktu, di antaranya terdapat perubahan karena kondisi eksisting, terdapat perubahan karena kondisi alam, koordinasi dengan instansi – instansi terkait dan sosial ekonomi masyarakat, sehingga menyebabkan perubahan-perubahan dan penundaan kegiatan yang mempengaruhi jadwal pelaksanaan pekerjaan,” jelas Surya Suamba.

Diungkapkan dia, terdapat beberapa pekerjaan yang belum bisa diselesaikan sesuai jadwal, seperti, Tsunami Shelter Seminyak, Kantor Bersama Seminyak, TPS Seminyak, serta pekerjaan pelebaran pedestrian depan Hardrock hingga Pullman. Dia mencontohkan banjir rob yang terjadi sempat menyulitkan atau menghambat pengerjaan tsunami shelter, kemudian pada pelaksanaan KTT G20 semua kegiatan juga harus dihentikan.

Baca juga :  Peringati Hari Lahir Pancasila, Lansia Diberikan Bantuan Sembako

Ada juga pedagang yang sempat menolak direlokasi. Surya Suamba juga mengungkapkan terjadi kendala secara niskala.
“Mesin mendadak mati, bor tidak bisa menembus tanah, crane juga sempat tidak mampu mengangkat patung. Tapi begitu dilaksanakan upacara secara niskala semua bisa dilaksanakan dengan lancar,” ujarnya.

Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi tersebut, akhirnya diputuskan untuk memberikan perpanjangan waktu pengerjaan hingga 6 Februari 2023. (115)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini