Cuaca Ekstrem, Ombudsman Cek Kesiapsiagaan BPBD Hadapi Bencana

om
CEK BPBD - Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti, mengecek kesiapsiagaan BPBD dalam menangani musibah sewaktu-waktu.

Denpasar, DenPost.id

Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang disertai angin kencang sejak beberapa hari belakangan ini memicu pohon tumbang dan tanah longsor di beberapa tempat di Bali. Selain menimbulkan kerusakan material, bencana alam juga menyebabkan korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali mencatat seorang pengendara mobil meninggal dunia akibat tertimpa pohon saat berkendara di Jalan PB Sudirman, Denpasar, belum lama ini.

Selain  itu, di beberapa tempat, sejumlah pohon tumbang akibat angin kencang yang terus-menerus sepekan terakhir. “Cuaca ekstrem diperkirakan terjadi hingga pergantian tahun beberapa hari mendatang. Untuk itu penting dilakukan antisipasi dan penanganan yang cepat jika terjadi bencana alam,” kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bali, Ni Nyoman Sri Widhiyanti, Selasa (27/12/2022).

Baca juga :  Lurah Kesiman Minta Warga Tak Cemas

Untuk memastikan kesigapan dan kesiapan petugas melakukan penanganan jika terjadi bencana alam atau musibah, pihaknya mengecek serta melakukan pengawasan langsung ke kantor BPBD Provinsi Bali dan BPBD Kota Denpasar pada Senin (26/12/2022). “Kami ingin memastikan pelayanan publik terhadap para korban bencana dan masyarakat secara umum berjalan sesuai harapan,” tegas Sri Widhiyanti.

Dia menambahkan dalam pengawasan yang dilakukan itu, Ombudsman memastikan bahwa tim penanggulangan bencana dan sarana-prasarana BPBD Bali dan Denpasar sudah siap. “Mereka juga sudah melakukan beberapa persiapan lain, salah satunya membangun posko bencana di markas BPBD guna merespons cepat jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” tambah Sri Widhiyanti.

Baca juga :  Kepengurusan Golkar Badung Rontok, Kader Akui Akan Tetap Gunakan Hak Pilih

Dia melakukan pengecekan terhadap bantuan tanggap bencana mulai dari sembako hingga ketersediaan armada ambulans. Selain itu, dilakukan supervisi di ruang IT BPBD untuk memastikan kesiapan teamwork yang memantau perkembangan cuaca dan deteksi dini bencana. “Kami juga sudah melihat teknologi yang digunakan sangat baik. Bagaimana pun informasi terkait kebencanaan ini bisa dilakukan sesuai SOP dan cepat disampaikan ke masyarakat,” ungkapnya.

Meski demikian, Sri Widhiyanti berharap agar BPBD Provinsi Bali tetap intens melakukan sosialisasi kebencanaan dalam rangka mengedukasi masyarakat sehingga tidak panik ketika terjadi bencana. Dengan begitu, masyarakat bisa hidup berdampingan dengan kondisi tersebut. “Kami hanya ingin memberi masukan mengenai kewaspadaan masyarakat dengan melakukan edukasi potensi bencana agar mereka hidup berdampingan dengan bencana, karena daerah kita rawan bencana,” tegasnya.

Baca juga :  Minimarket di Penatih Dibobol, Seluruh Masker Digasak

Sri Widhiyanti menambahkan Ombudsman RI Bali berharap agar Pemprov Bali memperhatikan status tim kesiapsiagaan bencana BPBD Bali yang didominasi non-PNS dan pegawai kontrak. Termasuk pembagian anggaran untuk BPBD yang dialokasikan sebanyak dua persen dari APBN maupun APBD. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini