Selama Cuaca Ekstrem, DLHK Tangani Hampir 100 Ton Sampah Kiriman

sampahku
TANGANI SAMPAH - Petugas DLHK Badung saat menangani sampah kiriman yang menyerbu sejumlah pantai di Badung. (DenPost.id/ist)

MUSIM cuaca ekstrem yakni hujan lebat yang disertai angin kencang terus melanda Bali belakangan ini. Selain menimbulkan bencana banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor, cuaca ekstrem yang terjadi sejak 21 Desember 2022 juga membawa dampak datangnya sampah kiriman dengan jumlah yang cukup banyak.

Data  Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung mengungkapkan bahwa sampah kiriman yang ditangani hingga kini mencapai 98 ton. Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, AA Gde Dalem, Kamis (19/12/2022), total sampah kiriman ini berasal dari Pantai Petitenget (Kerobokan) sampai Pantai Kuta.

Baca juga :  Pesta Rakyat HUT Ke-13 Mangupura, Bupati Ajak Penonton Bernyanyi Indonesia Pusaka

Gung Dalem menambahkan cuaca ekstrem selama tujuh hari memang membawa dampak datangnya sampah kiriman dengan jumlah yang cukup banyak. “Selama periode cuaca estrem itu, kami berhasil menangani 98 ton sampah kiriman di sepanjang Pantai Petitenget, Seminyak, Legian dan Kuta,” ungkapnya.

Pihaknya masih mengevakuasi sisa-sisa sampah kiriman dari pasangnya air laut.  Namun sampah ini kebanyakan berupa rumput laut. Berbeda dengan sebelumnya yang lebih banyak berupa sampah plastik, kayu, dan ranting pohon. Selama ini, pantai  memang paling banyak diserbu sampah kiriman.

Hal ini karena pantai merupakan zona arus putar laut, khususnya di titik depan Hardrock Cafe di Pantai Kuta. Pihaknya bahkan menerjunkan 280 personel untuk menangani tumpukan sampah di Kuta.  “Kami juga dibantu tim SDA Dinas PUPR yang ikut membantu mengangkut sampah,” imbuhnya.

Baca juga :  Jelang Libur Akhir Tahun, Prokes di Bandara Belum Berubah

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya menyiapkan 300 petugas di lapangan. Hal ini untuk menindaklanjuti prakiraan BMKG yang memprediksi cuaca ekstrem terjadi hingga pergantian tahun 2022. Sebagai pendukung petugas di lapangan, pihaknya juga menyiagakan tujuh alat berat berupa loader, eksavator, beach cleaner, dan 40 truk armada DLHK. Selain itu ada dukungan dari Dinas PUPR untuk menyiagakan armada.

Gung Dalem mengapresisi semangat petugas di lapangan yang tetap semangat bekerja meski dalam kondisi cuaca ekstrem. Pihaknya telah menangani 195-an ton sampah kiriman di sepanjang pantai barat Kabupaten Badung sejak munculnya musim angin barat. Sampah kiriman itu sebagian dikirim ke TPST Mengwi untuk dicacah, dan ada juga yang dibawa ke TPST Samtaku, Jimbaran, serta sebagian kecil dibawa ke TPA Suwung, Densel.

Baca juga :  Pujawali di Pura Uluwatu Tanpa Nyejer

Pada Kamis kemarin, volume sampah kiriman di Pantai Kuta relatif berkurang. Walau demikian, petugas tetap siaga jika sewaktu-waktu muncul lagi sampah kiriman. (sug)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini