2023, Tahun Lonjakan Properti di Bali

properti
PROPERTI - Pengusaha muda lokal Bali yang juga Direktur Shanata Grup, Agus Ari Gunawan saat mempromosikan Shanata Land.

Mangupura, DENPOST.id

Percepatan pemulihan ekonomi nasional pascapandemi Covid-19 nampaknya sudah mulai dapat dilihat dan dirasakan masyarakat. Pariwisata Bali yang mulai pulih, wisatawan yang meningkat drastis, menjadi barometer perekonomian Bali perlahan bangkit. Ditambah dengan suksesnya event G20 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, dengan bermacam rangkaian acara pendukungnya, membuat pariwisata Bali semakin menggeliat. Bahkan beberapa pakar perekonomian dan pariwisata menyebutkan bahwa efek dari G20 pada pariwisata Bali akan melonjak justru di tahun 2023.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebangkitan perekonomian yang dimulai dari pariwisata akan berdampak ke sejumlah sektor lainnya. Termasuk sektor properti. 2 tahun “mati suri” akibat hantaman pandemi Covid-19, sektor properti di Bali saat ini justru mengalami masa pantulan. Berbagai proyek mulai berjalan, bahkan tingkat okupansi yang tinggi saat ini membuat banyak pebisnis dan investor beramai-ramai kembali “berburu” properti di Bali.

Baca juga :  Kunjungi Pasar Gotong Royong, Ini Harapan Suiasa

Padatnya kawasan Seminyak hingga Canggu, bahkan sudah sampai ke perbatasan Tanah Lot, membuat harga sewa dan harga jual properti mengalami peningkatan pesat. Dengan banyaknya peminat dan tingginya harga sewa properti di daerah yang menjadi pusat pengembangan pariwisata Bali ini, membuat pengusaha muda lokal Bali, Agus Ari Gunawan, menggarap berbagai macam proyek di Bali.

Dimulai tahun 2022, melihat sejumlah potensi dan peluang bisnis terutama di sektor properti di Bali, Shanata Land dikembangkan Agus Ari yang hingga kini telah membangun cluster di daerah Tanah Lot. Terlebih, beberapa ikon-ikon pariwisata baru di daerah Tanah Lot mulai bermunculan hingga viral di media sosial. Seperti Pantai Nyanyi, Pantai Kedungu, dan Pantai Cinta. Berbagai macam investor baik lokal, nasional, maupun internasional, baik skala besar maupun kecil, beramai-ramai berburu properti di lokasi ini.
“Bahkan project pertama kami Shanata habis dalam waktu 5 bulan. Sudah sold out. Banyak investor yang mencari lokasi ini karna tahu bahwa ini merupakan daerah pengembangan pariwisata,” ungkap Agus Ari yang dihubungi pada Jumat (30/12/2022).

Baca juga :  BRI Tegaskan Penguatan Prinsip ESG Selaras Dengan Strategi Korporasi

Lebih lanjut ia mengatakan, Shanata Land merupakan salah satu pengembang di daerah Tanah Lot yang cukup mencuri perhatian investor nasional. Dengan kepiawaiannya, Agus Ari melakukan sejumlah gathering yang bukan hanya memasarkan proyeknya, tetapi memperkenalkan sejumlah potensi pariwisata Bali lainnya kepada masyarakat di seluruh Indonesia. “Ini sudah menjadi tanggung jawab kami untuk mengembangkan daerah ini, sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada. Dengan berkembangnya wilayah ini, pasti dampaknya akan besar dirasakan oleh masyarakat sekitar. Bukan hanya pulih dan bangkit, tapi harus maju pesat,” tegas pria yang juga menjabat Direktur Shanata Grup itu. (a/115)

Baca juga :  Desa Adat Kerobokan Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Area Melasti

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini