Meresahkan, Polisi Akan Tangani Meriam Spiritus Rakitan

meriam1
TERIMA ADUAN - Kapolsek Mengwi Kompol Nyoman Darsana menggelar Jumat Curhat di Subak Ujung, Desa Adat Mengwi, Banjar Pengiasan, Desa Mengwi, Badung, Jumat (30/12/2022). (DenPost.id/wiadnyana)

Mengwi, DenPost

Menjelang perayaan pergantian tahun, meriam spiritus rakitan marak dimainkan oleh anak-anak. Permainan yang menimbulkan suara memekakkan telinga mirip mercon ini  sangat meresahkan warga karena berbahaya, Selain itu bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas) karena dimainkan di pinggir jalan raya.

Sejumlah warga Mengwi, Badung, melaporkan bahwa meriam spiritus rakitan yang dimainkan anak-anak dan remaja marak di desa setempat. Warga resah karena suara ledakan yang ditimbulkannya cukup keras. Selain itu dimainkan di pinggir jalan, bahkan ada yang sengaja diarahkan ke para pengendara. “Kami menerima aduan mengenai maraknya permainan meriam spiritus. Kami akan tindak tegas dan segera lakukan operasi. Meriam tersebut akan kami sita untuk dibawa ke polsek,” kata Kapolsek Mengwi Kompol Nyoman Darsana, saat menggelar Jumat Curhat di Subak Ujung, Desa Adat Mengwi, Banjar Pengiasan, Mengwi, , Badung, Jumat (30/12/2022).

Baca juga :  Kodim Badung Bakal Bangun Akses di Kertalangu

Dia menambahkan mengatakan sejatinya warga sudah mengingatkan kepada para remaja dan anak-anak agar jangan bermain meriam rakitan semacam itu. Namun permintaan warga itu sama sekali tak mereka hiraukan. Di samping itu, orangtua para remaja malah membiarkan anak-anak mereka bermain meriam yang membahayakan jika ledakannya sampai mengenai tubuh,

“Kami suruh warga melapor jika melihat anak-anak main meriam rakitan. Laporan akan kami tindaklanjuti. Selain membahayakan orang lain, permainan itu sangat berbahaya bagi penggunanya,” tandas Kompol Nyoman Darsana.

Baca juga :  Curi HP Turis, Dua Waria Dijebloskan ke Sel

Selain di Mengwi, suara kembang api dan mercon juga terdengar sejak beberapa hari ini di Kota Denpasar. Sedangkan para pedagang mercon dan kembang api dibiarkan begitu saja oleh aparat, seperti halnya yang terlihat di Jl.P.B. Sudirman, Denpasar, Jumat kemarin. Mereka bebas berjualan tanpa ada yang mengusik, padahal penjualan benda berbahaya semacam itu dilarang polisi. Di bagian lain, mercon dan kembang api malah bebas masuk Bali tanpa ada yang mengontrol secara ketat. (yan)

Baca juga :  Suwirta Kembali Lepas PMI yang Tuntas Karantin  

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini