Pasca-pandemi, Warga Badung yang Terlibat Narkoba Menurun

jor
Kepala BNNK Badung AKBP Anak Agung Gde Mudita

Mangupura, DenPost

Tingkat penyalahgunaan narkoba di Badung pasca-pandemi covid-19 menurun. Dari sejumlah kasus yang diungkap BNNK Badung selama setahun belakangan ini, sebagian di antaranya melibatkan warga negara asing (WNA).

Menurut Kepala BNNK Badung AKBP Anak Agung Gde Mudita, Jumat (30/12/2022), awal tahun 2022 pariwisata di Bali, khususnya Badung, berangsur-angsur pulih pasca-lumpuh akibat pandemi. Aktivitas masyarakat mulai meningkat hingga keinginan mereka menggunakan narkoba berkurang. “Kesibukan juga berdampak terhadap menurunnya kasus penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Baca juga :  Ingatkan Masyarakat Disiplin Prokes, Tim Yustisi Datangi Sejumlah Warung dan Angkringan

Mudita mengungkapkan BNN juga menerapkan tiga strategi dalam melakukan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN). Tiga strategi itu adalah soft power approach, hard power approach, dan smart power approach. Strategi soft power approach dengan melakukan tindakan preventif untuk membentuk ketahanan diri serta daya tangkal terhadap penyalahgunaan narkoba. Strategi ini menekankan pada bidang pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi. Kemudian strategi soft power approach dengan melakukan kerjasama dengan Pemkab Badung dengan diterbitkannya Perda No.2 Tahun 2022 tentang fasilitasi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkotika.

Sedangkan strategi hard power approach, sambung Mudita, BNN melakukan tindakan represif melalui aspek penegakan hukum yang tegas dan terukur dalam penanganan jaringan sindikat narkoba. Pada tahun 2022, Mudita mengaku mengungkap enam kasus tindak pidana narkotika dengan tiga tersangka WNI dan tiga WNA. Sedangkan barang bukti narkoba yang disita yakni 10,24 gram sabu-sabu (SS) dan 1.500,53 gram ganja. “Kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan WNA meningkat belakangan ini, terutama narkoba jenis ganja. Umumnya WNA yang terlibat adalah warga Thailand atau WNA yang sempat singgah di negara itu. Di sana ganja kan legal, sehingga mereka mengaku tidak mengetahui jika di sini ganja ilegal,” tegas Mudita. (yan)

Baca juga :  Gubernur Koster: Sidang ke-144 IPU Momentum Pulihkan Pariwisata dan Ekonomi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini