Eka Darmawan: Plastik Mart, Belanja dengan Sampah Plastik

rehat123
Putu Eka Darmawan

UPAYA menanggulangi sampah anorganik, khususnya plastik, terus dilakukan pemerintah dan masyarakat pencinta lingkungan. Salah satunya dilakukan Putu Eka Darmawan. Dia sudah bergerak selama tujuh tahunan dalam bidang daur ulang sampah plastik hingga akhirnya menemukan cara jitu menanggulangi masalah sampah plastik. Pria kelahiran Banyuning, Buleleng, pada 11 Desember 1989 ini, kemudian membuat Plastik Mart.

“Konsep dasar Plastik Mart yakni menggunakan sampah an-organik sebagai alat pembayaran. Dalam hal ini tentu diperlukan juga persiapan-persiapan yang terkait program ini, terutama sistem dan strategi dalam pengelolaan, ” jelas founder Rumah Plastik ini.

Hal-hal yang harus dibereskan terlebih dahulu, menurut Eka Darmawan, yakni jalur sampah, kestabilan harga sampah anorganik, peran-serta pemerintah desa, dan edukasi secara konsisten. “Kami memulai program Plastik Mart tahun 2020 di Penarukan dan Pemaron, Buleleng. Syukurlah program ini terbilang lancar dan sukses berkat dukungan dan kerjasama berbagai pihak,” terangnya.

Baca juga :  Ini Jadwal Program Belajar di Rumah dari Kemendikbud 

Eka Darmawan mengungkapkan bahwa awalnya yang dia lakukan adalah pendekatan ekonomi yang bisa dirasakan secara langsung, serta edukasi yang mendalam tentang manfaat secara tidak langsung. Manfaat-manfaat tersebut, menurutnya. seperti dalam bidang kesehatan, pertanian, investasi, dan pariwisata. “Saya pribadi yakin jika kita berinvestasi di bidang lingkungan, maka hal yang didapat tidak hanya dalam bidang lingkungan, tapi akan menyebar ke bidang-bidang lain,” ungkapnya.

Dalam hal ini Eka Darmawan berharap masalah sampah anorganik yang digarap di jalur hilir bisa ditangani  secara profesional. Selain itu tidak hanya fokus pada kumpul-angkut-buang. tapi harus masuk ke pengolahan dan daur ulang. Ia pribadi mengaku bahwa semua proses dan usaha yang dilakukan di hulu (edukasi dan lain-lain) tidak akan berhasil dan berkelanjutan tanpa tersedianya titik hilir yang terjamin.

Baca juga :  Tangani Gejolak Penolakan Hare Krisna, PHDI Bali Kedepankan Dialog

Menurutnya, penambahan investasi dalam pengelolaan sampah memang diperlukan, tapi tanpa pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, penanganan sampah hanya akan menjadi khayalan. “Untuk mengatasi masalah sampah an-organik, idealnya setiap kecamatan harus berani berinvestasi dan membuat serta memiliki dua  titik daur ulang sendiri. untuk organik dan an-organik. Titik daur ulang ini berfungsi menangani sampah-sampah desa-desa di wilayah setempat. Pihak kabupaten yang menjadi penyerap hasil pengolahan pihak kecamatan dan menyalurkannya. Dari sanalah program-program  tentang sampah bisa disesuaikan dan diimplementasikan, ” terangnya.

Baca juga :  Sebelum Terbakar, Inna Bali Beach Diduga Disambar Petir

Lebih jauh pria penghobi games ini berharap penanganan sampah an-organik ke depan bisa bersinergi dengan bidang konstruksi bangunan. “Jika olahan sampah an-organik bisa masuk ke bidang konstruksi dan bangunan, maka sampah bisa berkontribusi dalam hal yang terus bertumbuh. Selain membantu mengurangi dan memutar pengolahan sampah, biaya yang diperlukan untuk membangun juga bisa berkurang. karena bahan baku yang diperlukan berasal dari sampah, ” tandas Eka Darmawan.(ita)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini