Kakak Beradik Bantai Paman Tiri di Depan Anaknya

picsart 23 01 05 19 18 26 244
Pelaku I Gede Darmawan alias Mang Kod (20).

Bangli, DENPOST.id

Aksi sadis dan keji diduga dilakukan kakak beradik bernama I Gede Darmawan alias Mang Kod (20), dan I Made Ariawan alias Made (18) di Desa Belandingan, Kintamani, Bangli, Rabu (4/1/2023) sekitar pukul 14.00 Wita. Mereka diduga menghabisi nyawa paman tirinya bernama Nyoman Rai (36), di depan anak korban yang masih balita, Gede S (2,5 tahun).

Usai membantai, tubuh korban diseret sejauh 60 meter lalu dilempar ke dasar jurang di balik bukti desa setempat.

Dikonfirmasi, Kamis (5/1/2023), Kapolsek Kintamani, Kompol Ruli Agus Susanto membenarkan kejadian tersebut. “Ya, sudah diamankan,” jawabnya singkat.

Disinggung lebih detail, Ruli masih enggan mengurai. “Besok ya (Jumat-red) akan diungkap bagaimana jelasnya,” ujarnya.

Sementara itu, informasi lain yang berhasil dihimpun di lapangan, berawal saksi I Merta (45), tak lain ayah kedua pelaku, menemukan anak korban sedang menangis di pinggir jalan setapak Pondokan Bone Br/Ds. Belandingan. Kemudian anak korban diajak pulang kerumahnya dan anak tersebut diserahkan ke istri korban, Nengah Widi (22). “Karena korban tidak pulang bersama anaknya, kemudian istri korban menelpon korban, namun tidak diangkat. Lalu istrinya memberitahukan peristiwa tersebut kepada keluarga dan kemudian dilakukan pencarian,” kata sumber di lapangan.

Baca juga :  Adi Arnawa Tinjau Vaksinasi Booster Pemuka Agama dan Masyarakat

Setelah dilakukan pencarian, ditemukan banyak bercak darah di jalan setapak Pondokan Bone. Saat ditelusuri hingga ke tepi jurang dan dilihat dari kejauhan, ada tubuh orang yang dicurigai sebagai korban berada di tebing jurang dengan kondisi telungkup. Selanjutnya, warga memeriksa hingga ke tebing jurang dan ditemukan korban telah meninggal dunia dengan luka robek di bagian kepala belakang dan luka robek di kedua pergelangan tangan. “Warga dan pihak keluarga kaget, makanya dilaporkan. Awalnya dikira terjatuh, tapi karena ada banyak luka makanya dicurigai dia (korban) dibunuh,” sebut sumber yang namanya enggan dikorankan.

Baca juga :  Tersetrum Listrik, Seorang Satpam Tewas di Rumahnya

Singkatnya, setelah melakukan berbagai pemeriksaan dan olah TKP, polisi mengendus dua terduga pelaku yang tak lain adalah keponakan tiri korban. Mereka lalu diamankan malam itu juga sekitar pukul 23.23 Wita.

Sumber lain menyebut saat itu pelaku hendak menyabit rumput di ladang atau pondokan. Kemudian bertemu korban yang saat itu juga bersama anaknya yang masih balita. Keduanya terlibat cekcok, lalu bergulat. Pelaku berteriak memanggil adiknya, pelaku Made Ariawan yang saat itu berada tak jauh dari TKP sedang menyabit rumput. Ariawan datang lalu memegang kedua kaki korban.

Setelah tubuh terkunci, kakaknya memukul kepala, wajah dan pinggang korban dengan sepatu booth. Korban sempat meronta berusaha melawan, namun tak berdaya karena kakinya dipegang adiknya. Merasa tak puas, korban yang kalah jumlah langsung dibacok dan ditebas secara membabi buta dengan sabit yang dipakai menyabit rumput yang dibawa pelaku Gede Darmawan, hingga tewas.

Baca juga :  Pohon Beringin di Jalan Raya Mas Terbakar

Setelahnya Darmawan meminta Ariawan mengajak anak korban yang ada di TKP untuk dipulangkan. Di tengah jalan Ariawan bertemu dengan ayahnya, I Merta. “Merta ini yang akhirnya bawa anak korban pulang ke rumah korban. Di rumah, neneknya nerima si anak,” beber sumber.

Ariawan kembali ke TKP, namun baik kakaknya dan korban nihil. Ariawan melihat ceceran darah, lalu diikuti sampai di pinggir tebing jurang. Korban tergeletak di bawah tak bernyawa dan kakaknya berdiri di sampingnya. Lalu kakaknya melempar tubuh korban ke jurang. Sampai di dasar jurang, posisi tubuh korban tertelungkup. Pelaku lalu pergi dan menyembunyikan sabit yang sudah terlepas dari gagangnya di bawah pohon kaliandra dekat TKP. (128)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini