Buntut Tewasnya Cewek di Kos, Polisi Periksa Jaringan ‘’Michat’’

jumat kapol
BERI PENJELASAN - Kombes Bambang Yugo Pamungkas (tengah) saat memberi penjeladan kepada wartawan. (DenPost.id/wiadnyana)

Padangsambian, DenPost.id

Buntut tewasnya Aluna Sagita (26), yang dibunuh pelanggannya di kos elit Griya Sambora di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Densel, pada 31 Desember 2022, mengungkap fakta baru. Penyidik saat ini memeriksa empat saksi yang diduga anggota jaringan pelacuran menggunakan aplikasi MiChat.

“Keempat saksi itu semuanya terancam jadi tersangka. Jika dari hasil pemeriksaan keempat saksi terbukti bersalah, maka akan dijerat pasal prostitusi dengan ancaman enam tahun penjara,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pamungkas, Kamis (5/1/2023).

Baca juga :  Gunakan “Kekuatan” Media, Rutgers Tingkatkan Sosialisasi HKSR

Empat saksi yang diduga terlibat jaringan prostitusi online melalui akun MiChat itu masing masing berinisial TJ, DRS alias Kiky, FH alias BDL dan HR. “Tiga saksi berperan sebagai operator MiChat yakni TJ, DRS alias Kiky, FH alias BDL, sedangkan HR sebagai petugas satpam di TKP,” ungkap Bambang.

Diterangkannya, keempat saksi tersebut sudah diperiksa penyidik Unit IV Satreskrim pada Kamis kemarin, dan keempatnya masih berstatus saksi. Dari hasil pemeriksaan, para saksi mengakui bahwa seorang PSK mendapat pelanggan akan dikenai biaya tarif Rp300 ribu sekali wik-wik (berhubungan badan). Tapi tarif ini tidak seluruhnya diberikan ke PSK. Rinciannya: Rp250 ribu untuk PSK, selebihnya Rp50 ribu untuk operator dan manajemen aplikasi yang mereka kelola. “Korban dan saksi jaringan prostitusi online ini kenal dari grup MiChat,” tegas Kombes Bambang.

Baca juga :  Cegah Stunting Sejak Sebelum Menikah

Dia menambahkan jika nanti dari hasil pemeriksaan terungkap adanya keterlibatan empat saksi, maka mereka akan dikenai Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 45 ayat (1) jo Pasal 27 Ayat (1) UU No.11Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan atau Pasal 30 jo Pasal 4 Ayat (2) UU No. 44 Tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar. (yan)

Baca juga :  BPD Sebut Penyaluran KUR Relatif Bergairah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini