Menteri Investasi/ Kepala BKPM Singgung Ancaman Resesi Global

kokek12
HADIRI MUNAS HIPMI - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kanan) saat menghadiri Munas Hipmi di salah satu hotel di Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Sabtu (7/1/2023). (DenPost.id/ist)

Kuta, DenPost.id

Resesi global tampaknya bukan sekadar ancaman tahun 2023. Buktinya, sejumlah negara telah mengalami resesi, termasuk Inggris. Indonesia juga bisa mengalami nasib yang sama jika pemerintah tidak menjaga stabilitas ekonomi. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan hal itu saat menghadiri Munas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di salah satu hotel di Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Sabtu (7/1/2023).

Menurut Bahlil, stabilitas ekonomi di Indonesia perlu dijaga bila tidak ingin bernasib sama dengan Inggris. “Kemungkinan Indonesia akan mengalami resesi selalu ada. Jika di 2023 kita mampu menjaga stabilitas ekonomi dengan baik, maka Indonesia akan baik,” tegasnya.

Baca juga :  Antisipasi Banjir, Tukad Mati Harus Dinormalisasi

Resesi global bisa terjadi di negara mana saja, bahkan negara maju seperti Inggris. “Siapa yang menyangka jika Inggris mengalami resesi yang memprihatinkan. Salah satu penyebabnya, ya tidak stabilnya ekonomi dan dampak pandemi, perang, hingga transisi politik atau pergantian kepemimpinan di negara itu. Hal itu berujung pada investasi dan perekonomian mereka tidak mendapat respons positif dari pasar keuangan,” beber Bahlil.

 

Baca juga :  Penumpang Tujuan Luar Negeri Naik 55,77 Persen

Situasi perekonomian di Inggris bisa menjadi pembelajaran bagi Indonesia. Terpuruknya ekonomi di Inggris akan berlangsung lama dan susah untuk bangkit seperti sediakala. “Untuk pertama kalinya nilai tukar dolar lebih tinggi daripada poundsterling. Inggris yang begitu kuat saja bisa begitu, apalagi kita Indonesia?” tambah Bahlil.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud pesimis terhadap nasib ekonomi Indonesia. “Kita harus optimis tapi yang realistis,” tandasnya.

Sedangkan Ketua Umum Hipmi Akbar Himawan Buchari mengatakan bahwa pihaknya akan membantu pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Menurutnya, di tengah ekonomi global yang menghadapi masa sulit, sangat perlu ada penguatan ekonomi nasional. “Diperlukan strategi khusus. Hal itu kami bahas dalam Munas Hipmi kali ini,” tegasnya.

Baca juga :  Wabup Suiasa Ajak Masyarakat Kerobokan Kaja Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Perumusan strategi khusus serta program kerja terkait perekonomian nasional akan disampaikan ke pemerintah. “Tentunya para pengusaha akan membantu kestabilan ekonomi nasional. Bentuk dukungan itu akan kami rumuskan, kemudian direkomendasikan ke pemerintah,” tandas Akbar. (yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini