Senderan Air Jebol, Subak Dlod Banjarangkan dan Tulikup Krisis Air

jebol
JEBOL - Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta mengecek kondisi senderan saluran air di Tukad Melangit, Kecamatan Banjarangkan yang jebol, Senin (9/1/2023).

Semarapura, DENPOST.id

Para petani di Subak Dlod Banjarangkan dan Subak Tulikup, Gianyar mulai kelimpungan mendapatkan air. Hal ini menyusul jebolnya senderan saluran air di Tukad Melangit di Kecamatan Banjarangkan. Akibat kejadian ini, ratusan hektar lahan persawahan di dua subak tersebut kini kesulitan untuk mendapatkan air.

Klian Subak Dlod Banjarangkan, Nyoman Subawa, mengatakan, jebolnya senderan saluran air di Tukad Melangit terjadi saat hujan lebat disertai angin kencang pada Jumat (6/1/2023). Namun kejadian ini baru diketahui petani keesokan harinya pada Sabtu (7/1/2023). Yang mana kejadian ini mengakibatkan Subak Dlod Banjarangkan seluas sekitar 240 hektar dan Subak Tulikup seluas sekitar 250 hektar mengalami kekurangan air.

Baca juga :  Di Klungkung Terjadi Tujuh Kasus Gigitan Anjing Rabies

“Saat ini di subak Dlod Banjarangkan dan Subak Tulikup, Gianyar sedang ditanami padi dan palawija. Kami harap bantuan pemerintah untuk segera memperbaiki saluran air ini sehingga lahan kami bisa segera memperoleh air, ” ujar Nyoman Subawa, Senin (9/1/2023).

Sementara jebolnya saluran air di Tukad Melangit mendapat perhatian Wakil Bupati Klungkung, Made Kasta. Bersama perwakilan Dinas PU Provinsi Bali, Kasta berjalan kaki menyusuri jalan setapak menuju lokasi yang jaraknya sekitar 500 meter dari jalan raya Banjarangkan. Bahkan setelah melihat langsung di lokasi, Kasta langsung mengintruksikan dinas terkait untuk mencarikan solusi.

Baca juga :  23 September, Klungkung Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka

“Kita harus segera bertindak untuk membantu para petani mengatasi persoalan ini. Kita tidak ingin para petani terlalu lama mengalami kendala air akibat kejadian ini. Dinas PU PRPKP Kabupaten dan Provinsi Bali saya harapkan agar segera berkoordinasi dalam menentukan langkah, agar secepatnya petani bisa mendapatkan air,” ujar Kasta.

Sementara Kabid Sumber Daya Air (SDA) PUPR PKP Provinsi Bali, Nengah Riba yang ikut turun ke lokasi mengatakan, penanganan sementara supaya air bisa mengalir akan menggunakan spandek untuk menahan jebol. Setelah itu baru bisa dilakukan penanganan permanen. Hanya saja untuk penanganan permanen baru bisa dilakukan tahun depan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). (119)

Baca juga :  Pelaku Raba Paha Perempuan Berkeliaran di Klungkung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini