I Nyoman Drena: Bertani Sehat untuk Memuliakan Tanah

tani
I Nyoman Drena

ADA banyak cara untuk memuliakan tanah. Tidak hanya dalam bentuk upacara, tetapi bertani dengan memakai bahan organik juga salah satu bentuk Memuliakan tanah. Hal ini dikatakan I Nyoman Drena saat ditemui di sawahnya di Selat Tengah, Susut, Bangli. Saat itu, Pekaseh Subak Selat Tengah, Susut, ini mengumpulkan dedaunan dan umbi-umbian yang dipakai bahan untuk membuat pupuk organik.

“Ternyata semua yang hidup di atas tanah, di air, dan di laut, bisa dipakai pupuk dan pestisida. Kita tinggal belajar takaran yang pas saja. Saya beruntung karena diberikan pengetahuan dan diajak praktik langsung oleh pakar pertanian organik dari Tim Bali Rare Paduraksa, Bapak Ketut Punia,” tegas Drena.

Baca juga :  Ditinggal Beli Obat, Motor Dibawa Kabur

Selain membuat pupuk yang sekaligus sebagai pestisida, bapak tiga anak ini juga mengajak anggotanya untuk belajar membuat alat komposter dan sabun alami. “Dengan memiliki komposter, kami juga bisa memanfaatkan limbah dapur untuk mendapatkan pupuk cair, pupuk padat, dan magot, yang bisa dipakai sebagai pakan ayam. Sabun alami juga sangat mudah dibuat, bahannya juga berlimpah,” tambah Drena.

Sebelumnya pria yang juga piawai membuat kerajinan kayu, panel, dan ukiran kayu, ini mengaku menyesal. Sebelum paham bentul tentang bertani alami, dia seringkali memakai zat kimia untuk membunuh rumput dan semak yang dianggap mengganggu pertumbuhan tanaman. “Ya saya salah, ada tanah saya yang keras dan sulit ditanami karena saya beri pembasmi kimia. Untuk mengembalikan kesuburan tanah, saya harus bekerja keras,” tandasnya. (ita)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini