Rabies di Jembrana Bertambah, Tiga Sampel Otak Positif

picsart 23 01 13 15 21 28 794
RABIES - Vaksin rabies yang dilaksanakan petugas untuk antisipasi meluasnya kasus.

Negara, DENPOST.id

Kasus rabies di Jembrana semakin meningkat. Empat kasus gigitan anjing terjadi di awal tahun 2023. Tiga dari empat sampel otak anjing dinyatakan positif. Sebelumnya, empat sampel otak anjing tersebuf dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) di Denpasar untuk di uji laboratorium karena berisiko.

Sampel otak anjing diambil petugas dari Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan-Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana setelah menerima laporan dari masyarakat.
Dari informasi, empat titik kasus gigitan anjing dari anjing berumur 3 bulan terjadi di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, di Desa Nusasari, Kecamatan Melaya, di Desa Gumbrih, Kecamatan Pekutatan dan di Kelurahan Dauhwaru Kecamatan Jembrana. Sementara dari hasil lab BB Vet, kasus gigitan anjing di Kelurahan Dauhwaru dinyatakan negatif rabies.

Baca juga :  Pengganti Putu Lilyana Dilantik

Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Pangan Jembrana, Wayan Sutama, Kamis (12/1/2023) siang mengatakan, dari empat sampel otak anjing yang diambil dan dikirim ke lab BBVet, tiga di antaranya hasilnya positif rabies.
Sutama menyampaikan, kasus positif rabies di Jembrana tahun 2022 tertinggi ketiga dari 9 kabupaten dan kota di Bali dengan jumlah sebanyak 201 kasus. Dan di awal bulan Januari 2023 ini telah terjadi empat kasus gigitan anjing.

Dengan adanya empat kasus gigitan anjing di awal tahun 2023 ini, program penanganan masih fokus dalam pengendalian penyakit zoonosis (penularan penyakit dari hewan ke manusia).
Pertama, pihaknya memfokuskan pada kasus rabies melalui vaksinasi rabies secara massal di semua wilayah di Jembrana dan mengaktifkan kembali tim di luar tim dokter hewan atau medik veteriner yang sudah ada.
“Vaksin rabies juga masih aman. Kita tinggal action di lapangan saja. Kalau
SDM dan sarana prasarana sudah mendukung,” jelasnya.

Baca juga :  Mobil Mikrobus Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas

Pihaknya juga fokus dalam penanganan penyakit pada hewan ternak seperti wabah ASF (African Swine Fever) dan PMK (Penyakit Mulut dan Kuku). “PMK pekerjaan besar kita, namun kasusnya sudah menurun,” pungkasnya. (120)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini