Bidik Tersangka, Kejati Optimalkan Alat Bukti Kasus Dana SPI Unud

luga
BERI KETERANGAN - Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali A. Luga Harlianto memberikan keterangan pers mengenai penanganan kasus dugaan penyalahgunaan dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru Unud seleksi jalur mandiri Tahun Akademik 2018/2019 hingga 2022/2023. (DenPost.id/ist)

Renon, DenPost.id

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali rupanya tak mau gegabah menangani kasus dugaan penyalahgunaan dana Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) mahasiswa baru Universitas Udayana (Unud) seleksi jalur mandiri Tahun Akademik 2018/2019 hingga 2022/2023. Meski telah memeriksa puluhan saksi, penyidik belum berani menetapkan tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali A. Luga Harlianto beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengoptimalkan alat bukti. Termasuk mempersiapkan amunisi baru. “Kami terus mengoptimalkan alat bukti untuk membuat terang peristiwanya. Alat bukti tentu harus lengkap, bukan seadanya. Jika sudah terpenuhi dalam penuntutan, Kejati Bali bisa membuktikan kesalahan pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini,” bebernya.

Baca juga :  Temuai Kapolda, PHDI Bali Bakal Laporkan Desak Made Dharmawati

Untuk mengoptimalkan alat bukti, Luga mengaku telah memeriksa puluhan saksi, termasuk saksi ahli dan bukti lain. “Nanti ada waktunya kami sampaikan semuanya hingga jelas,” tegasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejati Bali memeriksa 25 saksi terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana SPI mahasiswa baru Unud seleksi jalur mandiri Tahun Akademik 2018/2019 hingga 2022/2023. Untuk melengkapi alat bukti ke tahap berikutnya, penyidik juga memanggil saksi ahli. Aspidsus Kejati Bali Agus Eko Purnomo menyebutkan bahwa dalam perkara ini pihaknya telah memanggil 45 saksi dari pihak Unud. Namun yang memenuhi panggilan hanya 25 orang. “Jadi 25 saksi ini telah diperiksa dan di BAP,” imbuhnya, usai jumpa pers Hari Antikorupsi Sedunia 2022.

Baca juga :  Bupati Artha Minta Perketat Pemeriksaan Warga Masuk Bali

Apakah dari ke-25 saksi yang diperiksa itu termasuk rektor dan mantan rektor? Agus enggan memberikan penjelasan secara detail. “Untuk rincinya, nanti disampaikan. Seperti instruksi Kejakgung dan presiden, jika mengambil ikan jangan membuat airnya keruh,” bebernya.

Lebih lanjut Agus menyebut penyidikan kasus dana SPI mahasiswa baru Unud ini berawal dari pengaduan masyarakat. Setelah ditemukan bukti  permulaan yang cukup, penanganan laporannya ditingkatkan ke tahap penyidikan. “Terhitung 24 Oktober 2022 penyidik melakukan upaya-upaya sebagaimana diatur dalam hukum acara pidana untuk menemukan alat bukti. Dengan alat bukti tersebut, maka akan membuat terang peristiwa pidana guna menemukan tersangka,” tegasnya.

Baca juga :  Tingkatkan Hasil Panen, Desa Lebih Tanam Padi dengan Pola Jajar Legowo

Menurut Agus, penyidikan dimulai dengan menggeledah Rektorat Unud. Pihaknya menemukan dan mengamankan dokumen-dokumen terkait penerimaan dana SPI mahasiswa tersebut. Dengan jumlah lebih dari 200 dokumen yang hingga kini dipilah dan diteliti oleh jaksa penyidik. (yan)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini