Stok Penyu di Penangkaran Pantai Watu Klotok Kosong

penyu
KOSONG - Kondisi penangkaran penyu di Pantai Watu Klotok, Klungkung yang terlihat kosong, Senin (16/1/2023).

Semarapura, DENPOST.id

Kawasan Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung dikenal dengan penangkaran penyunya. Tak sedikit penyu yang ditetaskan kemudian dilepas kembali di pantai ini. Namun sejak lima bulan ini kondisi penangkaran ini vakum. Selain tidak ada telur, stok penyu yang biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melengkapi sarana upacara juga kosong.

Dari pantauan di lapangan, Senin (16/1/2023), kondisi di penangkaran penyu di Pantai Watu Klotok saat ini benar-benar kosong. Kolam-kolam yang dibuat sebagai penampungan sementara penyu yang sudah menetas terlihat kering. Demikian juga tempat khusus yang biasanya dimanfaatkan untuk mengubur telur penyu mampak rata dan bersih.

“Saat ini penangkaran masih kosong. Karena belum memasuki musim bertelur,” ungkap
Ketua Kelompok Pelestari Penyu Watu Klotok, Wayan Gede Suiwibawa.

Menurut Suiwibawa, pelepasan tukik terakhir dilakukan pada bulan Agustus 2022 lalu. Sejak saat itu, dikatakan tidak ada lagi telur penyu yang dikeramkan di lokasi tersebut. Selain itu, stok penyu yang biasanya digunakan untuk upacara agama juga habis. Padahal banyak warga yang datang ke penangkaran mencari penyu untuk dipakai sebagai sarana upacara.

Baca juga :  Soal Pembangunan PKB, Suwirta Minta Warga Dukung Gubernur

“Kemarin ada warga dari Silayukti datang ke sini untuk meminta penyu yang akan digunakan untuk karya (upacara agama) tapi mereka tidak dapat,” ujarnya.

Namun demikian, Suiwibawa memperkirakan pada bulan Maret sampai September mulai memasuki musim penyu bertelur. Sepanjang bulan tersebut, biasanya banyak ditemukan telur penyu di kawasan pesisir. Mulai dari Pantai Tegal Besar, Sidayu, Watu Klotok, Kusamba bahkan hingga Padang Bai, Karangasem.

Baca juga :  Ayu Suwirta Dampingi Putri Suastini Koster Kunjungan Sosial di Nusa Penida

“Biasanya bulan Maret sudah banyak laporan penemuan telur penyu. Selain itu ada juga masyarakat yang menyetor telur penyu temuannya ke sini untuk ditetaskan,” katanya.

Dengan tidak adanya kegiatan di lokasi penangkaran saat ini, Suiwibawa mengaku memanfaatkan waktunya di penangkaran untuk berbenah. Apalagi pada bulan Juli 2022 lalu, sisi selatan penangkaran tersebut sempat jebol karena diterjang ombak besar. Iapun mengaku terpaksa menggunakan uang dari kantong pribadinya untuk melakukan perbaikan.

Baca juga :  ASN di Klungkung Ngantor, Dicek Suhu Tubuh, Ketahuan Demam Dipulangkan

“Selama ini sumber pendapatan di penangkaran hanya mengandalkan donatur. Apalagi bantuan dari pemerintah juga tidak ada,” katanya.

Selain itu, untuk menyambut musim penyu bertelur, pria asal Nusa Lembongan ini menyampaikan harus mempersiapkan “modal” besar. Mengingat biaya pembelian pakan untuk penyu yang sudah menetas cukup tinggi. Rata-rata mencapai Rp 150 ribu per harinya. Bahkan, bila jumlah telur yang menetas sangat banyak, seperti tahun 2022 lalu mencapai 1.100 tukik, maka biaya operasional yang dibutuhkan juga semakin tinggi.

“Terus terang, saya sebelumnya sempat sampai jual motor untuk membeli pakan agar tukik ini bisa hidup dan dilepasliarkan,” tandasnya. (119)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini